Sekolah Advokasi dan Aksi Nyata IMM Mengadvokasi Masyarakat untuk Anti Korupsi

0
475
Para peserta berswa foto diambil dari dokumen panitia

KLIKMU.CO- Melihat banyaknya krisis kemanusiaan, pelanggaran HAM, Korupsi, Nepotisme, Ketidakadilan yang masih merajalela di Negeri ini, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya berinisiasi menyelenggarakan Sekolah Aksi (Advokasi dan Anti Korupsi) pada Jum’at-Ahad (27-29/12)

Kegiatan yang mengusung tema “Membangkitkan Semangat Gerakan Advokasi dan Anti Korupsi Mahasiswa” awalnya hanya dikhususkan untuk internal kader IMM Surabaya saja, tetapi karena tingginya animo kader luar surabaya pendaftaran pun dibuka untuk Eksternal. Dari total 30 Peserta, 4 diantaranya dari luar Surabaya.

“Salah satu tujuan diadakannya Sekolah Aksi ini adalah agar kedepannya lahir kader-kader baru IMM Surabaya yang berfokus pada Dakwah Nahi Mungkar”, Jelas Syarifuddin Ketua Panitia Pelaksana Sekolah AKSI yang juga Kabid Hikmah PC IMM Surabaya 2019.

PC IMM Surabaya mendatangkan Pemateri dari berbagai lembaga seperti KontraS Surabaya, LBH Surabaya, KPK dan MCW (Malang Corruption Watch) yang sudah berpengalaman di Bidang Advokasi dan Studi Kebijakan Publik.

Hari terakhir peserta diajak terjun langsung ke Masyarakat Dusun Sekarbungoh, Desa Sukolilo Barat, Kabupaten Bangkalan untuk mengadvokasi permasalahan pembebasan lahan yang dilakukan oleh Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dengan warga setempat.

Warga menolak lahannya dibeli dan dibebaskan untuk dibangun tempat pariwisata di daerah tersebut, penolakan warga dilakukan karena kurangnya sosialisasi dan transparansi dari pihak BPWS dan Pemerintah Desa yang tiba-tiba melakukan pengukuran tanah milik warga dan dikasih harga secara sepihak tanpa melibatkan warga dalam menentukan harga tanahnya, selain itu warga juga tidak diberi tahu terkait pembangunan ataupun pengembangan apa yang akan dilakukan di wilayah itu, hal itulah yang memantik penolakan dan perlawanan dari warga setempat.

Mendengar kasus tersebut, puluhan peserta sekolah advokasi dan anti korupsi PC. IMM Kota Surabaya langsung terjun ke lokasi untuk membantu dan mendampingi warga dalam melakukan perlawanan terhadap kesewenangan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh pemangku kekuasaan, hal ini merupakan implementasi dari rentetan materi yang sudah diperoleh peserta selama dua hari sebelumnya.

Mahasiswa berdiskusi dan memberikan saran serta masukan kepada warga setempat terkait konflik pembebasan lahan yang terjadi di kampung pinggiran Suramadu tersebut.

Ibnu Abdillah Ketua Paguyuban Masyarakat Sekarbungoh Melawan menyampaikan bahwa pihaknya tidak menolak pembangunan dan pembuatan Pariwisata di kampungnya, Masyarakat justeru siap mendukung dan mensukseskan pembangunan tersebut asalkan kampung itu yang dijadikan objek wisata bukan malah menggusur dan mengusir warga dari pemukimannya, tuturnya.

Menyambung dari fakta tersebut, Syarifuddin menuturkan bahwa advokasi dan terjun langsung ke masyarakat merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan peran mahasiswa sebagai agen of change, maka dari itu mahasiswa harus mampu memberikan solusi dan jalan keluar di setiap persoalan yang dihadapi masyarakat, bukan malah apatis dan tidak peduli terhadap persoalan yang terjadi ditengah masyarakat.

Sejauh ini warga sudah melakukan upaya penyelesaian dengan jalur Non Litigasi, dengan melakukan diskusi, konsultasi dan audiensi dengan berbagai pihak pegiat hukum dan pemerintahan, selain itu upaya penyelesaian masalah dengan jalur Litigasi juga disiapkan, hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga, siapa tahu sewaktu-waktu juga diperlukan penyelesaian lewat pengadilan. (Jihan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here