Sekolah Akhlak Ini Cetak Generasi Berkarakter melalui LDKS dan HW Camp

0
77
G45: Peserta Hizwul Wathan Camp dari SMP Muhammadiyah 9 Surabaya khidmat mengikuti acara pembukaan. (Foto: Laily)

KLIKMU.CO – Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan HW Camp yang diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 9 Surabaya Sabtu- Senin, (6-8/10) di Villa Cemara, Pacet, Mojokerto berjalan khidmat. Acara ini diikuti oleh seluruh guru, staff dan 200 peserta didik kelas 7 dan 8.

Selama tiga hari para peserta didik melakukan berbagai kegiatan dan pembekalan dengan beberapa materi sesuai tema yang diusung, yakni membentuk karakter kepemimpinan berintegritas dan disiplin peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.

Novi Amirul Fatah, Wakil Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 9 Surabaya berharap acara itu bisa memicu para siswa untuk berkepribadian yang lebih baik.

“Anak-anak usia SMP umumnya belum bisa memimpin dirinya sendiri. Anggaplah mereka menjadi seorang presiden, rakyatnya adalah bagian tubuh mereka sendiri dari ujung rambut sampai ujung kaki hingga akhirnya mereka dapat memimpin orang lain,”katanya.

Selain LDKS, dalam waktu yang bersamaan juga dilaksanakan kegiatan kepanduan Hizbul Wathan (HW) Camp. Kegiatan tersebut sengajar dihelat untuk menyiapkan dan membina anak, remaja, dan pemuda agar memiliki akidah, berilmu, bertekhnologi serta berakhlak karimah.

Kepada KLIKMU.CO, Imam Sapari, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 9 Surabaya mengungkapkan bahwa LDKS dan HW.Camp yang diadakan oleh SMP Muhammadiyah 9 Surabaya berbeda dengan yang lain. Pasalnya, di dalamnya tercantum materi tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

“Di samping ingin mencetak kader yang disiplin dan berintegritas, sekolah ingin mencetak generasi yang tanggap bencana. Sehingga dalam kegiatan ini disisipkan pendidikan tentang kebencanaan. Materi yang ada dalam kegiatan HW Camp ini salah satunya adalah kesiapsiagaan seorang pemimpin untuk menolong korban atau manusia yang lain saat mereka tertimpa gempa,” papar Imam.

Ia menambahkan, dengan semakin meningkatnya peristiwa gempa di Indonesia, kegiatan tersebut penting dilakukan. Oleh karenanya, dalam kegiatan itu diberikan materi tentang pengetahuan pertolongan pertama kepada korban.

“Akhir-akhir ini banyak gempa berskala cukup besar terjadi di Indonesia. Jadi untuk mengantisipasi tersebut, sebagai seorang pemimpin atau kader harus tanggap serta memiliki bekal berupa pengetahuan pertolongan pertama pada korban patah tulang atau membuat tandu darurat,” imbuhnya. (frd/laily)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here