Sekolah Akhlaq Ini Asah Skill Jurnalistik Siswanya di Pemukiman Railway Surabaya

0
176
On Field: Jurnalis cilik dari SMP Muhammadiyah 9 Surabaya berlatih wawancara.(Foto: Ichmi)

KLIKMU.CO – Kamis (10/5) peserta didik ekstrakulikuler jurnalistik (broadcasting) SMP Muhammadiyah 9 Surabaya (M9) berkomitmen untuk sungguh-sungguh dalam mempelajari jurnalistik. Hal itu tampak ketika mereka digiring untuk latihan meliput berita di kawasan pemukiman sekitar jalur railway Kota Surabaya.

Pemukiman itu dipilih para siswa M9 bukan tanpa alasan. Sebab pada lokasi yang berada di sekitar jalur railway itu, kondisinya tampak memprihatinkan. Selama di tempat itu, peserta didik yang terlibat dalam tim jurnalis (broadcasting) M9 ditempa dengan beberapa tantangan. Para siswa dituntut bisa mengembangkan bakat di jurnalistik dengan medan yang dipilih.

Pembimbing Ekstrakurikuler, Ichmi mengaku pembelajaran kepada anak didiknya itu merupakan salah satu cara agar para siswa paham dunia jurnalistik. Ia menerapkan sistem pembelajaran yang biasa dilakoni pendidik: menerapkan teori dan praktik.

“Melatih peserta didik di bidang jurnalistik (boardcasting) akan lebih efektif apabila diberikan teori juga sekaligus praktik di lapangan. Oleh karenanya pada hari sabtu kemaren (mereka) belajar meliput tentang kehidupan masyarakat di pemukiman sekitar jalur railway Kota Surabaya,” kata Ichmi.

Selama kegiatan liputan berlangsung, para siswa terlihat antusias. Sebab mereka memiliki pengalaman baru meliput di masyarakat.

Hal itu seperti diungkap Tata. Ia mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan itu, sebab bisa turut merasakan langsung kehidupan masyarakat di pemukiman sekitar railway.

“Praktik meliput berita di pemukiman masyarakat sekitar railway adalah pengalaman yang luar biasa bagi saya. Ada banyak hal tentang kehidupan masyarakat di sana yang baru saya ketahui. Rasanya terharu dan senang bisa berbincang dengan mereka,” ungkapnya bangga.

Sementara itu, pengalaman yang berbeda dirasakan Nabila. Siswi yang pada kesempatan itu ditunjuk sebagai koordinator tim jurnalis memberikan kiatnya agar bisa diterima masyarakat.

“Untuk mudah diterima masyarakat yang akan dijadikan informan dalam liputan berita, kami pertama kali melakukan survey pada lokasi. Apabila kami diharuskan membawa surat izin untuk melakukan liputan maka kami akan membawa surat izin, tapi apabila masyarakat bisa menerima secara terbuka kami langsung menemui informan dengan sikap yang ramah, dan sebisa kami mencairkan suasana supaya informan bisa menerima kedatangan kami dengan senang bahkan memiliki antusias tinggi,” jelas Nabila dengan runtut. (Ichmi/Frd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here