Sekolah Ini ‘Out of the Box’, kata Mahasiswa UMSurabaya, di Mana? Klik Saja

0
420
Foto kegiatan diambil oleh risalatin

KLIKMU.CO -Transformasi SMP Muhammadiyah 9 Surabaya sejak awal berdiri hingga saat ini yang sudah memasuki usia 41 tahun memiliki banyak cerita tersendiri. Sekolah yang terletak di Jojoran Surabaya ini awalnya diberi julukan sekolah ramah anak, sekolahnya manusia hingga pada akhirnya mendeklarasikan diri menjadi sekolah akhlaq.

Tampil dengan konsep berbeda dari sekolah pada umumnya yang mengusung dua kurikulum (nasional dan akhlaq) sekaligus. Hal itu membuat sekolah ini banyak mencuri perhatian dari beberapa pihak salah satunya dari Universitas Muhammadiyah Surabaya Fakultas Agama Islam yang mempercayakan beberapa mahasiswanya untuk melakukan observasi.

Kegiatan observasi magang yang berlangsung selama sepekan ini (20-27/08) mendapat respon positif mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan sarjana pendidikan agama islam hingga lebih dalam mencari tau informasi melalui kegiatan wawancara kepada warga sekolah.

Budaya islami yang ditanamkan di sekolah akhlaq mulai dari program pembiasaan ibadah (muroja’ah, halqah, tahsinul khitabah, muhadharah), cara bersalaman, sikap tawadhu dan ta’dhim, cara makan minum, sistem pembelajarannya, hingga pantauan akhlaq dan ibadah di rumah membuat kagum para mahasiswa.

“Ini sekolah yang cara berpikirnya out of the box beda dengan sekolah islami yang lainnya aturan-aturannya sangat mendidik ke akhlaq sampai di rumah pun juga masih sempat dipantau, di era milenial seperti saat ini memang yang dibutuhkan itu pondasi agama sehingga anak juga bisa mengikuti perkembangan zaman tanpa terbawa arus”, ucap Azkar mahasiswa semester 5 magang madya yang ditemui seusai melakukan observasi di kelas bahasa Indonesia.

Lain halnya dengan Putri, mahasiswa magang dasar semester 3 yang berkesempatan melihat dari dekat kelas inklusi yang ada di SMP Muhammadiyah 9 Surabaya. Perempuan berjilbab ini menuturkan jika sangat terharu dengan ketelatenan guru pendamping khusus dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus.

“Benar-benar jiwa pendidik, melihat guru pendamping yang dengan sabar membimbing anak-anak berkebutuhan khusus untuk setor hafalan”, imbuh Putri.

Nahkoda sekolah akhlaq, Ustadz Imam Sapari yang juga penggagas ide dari branding akhlaq menjelaskan bahwa konsep pendidikan akhlaq untuk semua anak yang diterapkan ini merupakan ladang perjuangan dan tantangan sendiri bagi para pendidiknya. Mengapa demikian? karena mendidik itu bukan hanya transfer ilmu semata melainkan harus bisa bertindak sebagai role model dan life model untuk anak didiknya.

“Mendidik anak itu mesisan njegur totalitas jangan setengah-setengah dan harus ikhlas biar dadi ruh”, seru Imam Sapari yang selalu menebarkan energi positif melalui petuah-petuah setiap harinya.

Melalui konsep sekolah akhlaq ini beliau berharap kelak mampu mencetak generasi (Qur’ani) unggul yang tidak hanya cakap secara akademik tetapi juga berakhlaqul karimah yang mampu mewarnai zaman. (Risalatin N)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here