Sekolah ini Semarakkan Hari Kartini dengan Berbusana Olahan Hasil Bumi

0
604
Unik: Best Costum siswa siswi SD Muhammadiyah 18 Surabaya dalam rangkaian peringatan Kartini dan Hari Bumi.( Foto: Spesial)

KLIKMU.CO – Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dalam memperingati Hari Kartini dan Bumi. Kali ini SD Muhammadiyah 18 (SDM 18) Surabaya memanfaatkan bahan bekas pakai seperti plastik maupun kertas untuk kemudian didaur ulang dan dihias, selanjutnya dijadikan busana serta aksesoris.

Peserta didik kelas 4 sampai 6 SDM 18 ini kompak memakai busana lengkap khasnya seorang petani dengan caping, sarung dan keranjang yang berisi padi, kendi kecil dan jagung semakin menambah kreasi dan kekhasan jaman dulu.

Baroroh Berlian Novantika, S.Pd Wakil Kepala Sekolah SDM 18 mengatakan, peringatan Hari Kartini dan Bumi sebagai ungkapan rasa terima kasih atas peran petani Indonesia yang memberikan kinerja terbaiknya dalam memasok beras-beras unggulan dan hasil bumi lainnya.

Adapun, lanjut Baroroh kelas 1 hingga 3 memakai busana kebaya dan _basecape_ sebagai bentuk pelestarian dan penghargaan atas busana tradisional jawa ini sekaligus ungkapan rasa bangga yang luar biasa atas sumbangsih Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan Jawa terutama dalam bidang pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah, Jumat (20/4) itu berlangsung semarak.

“Siswa tidak hanya kompak mengenakan busana lengkap khasnya Kartini dan petani, namun juga kompak membawa olahan hasil bumi. Misalnya mereka membawa hasil bumi berupa singkong, ubi, kacang, tales, kentang, dan lain-lainnya,” katanya.

Kata Dia, hasil bumi tersebut kemudian diolah oleh mereka, ada yang direbus, digoreng, dan dijadikan olahan jajanan tradisional. Olahan hasil bumi tersebut dikumpulkan menjadi satu, kemudian mereka dapat mengambil mana jajanan olahan hasil bumi yang mereka sukai.

Dia menuturkan, akan pentingnya mengajarkan cinta dan menghargai jasa para petani dan tetap melestarikan jajanan tradisional dengan bahan-bahan hasil bumi tersebut.

“Mayoritas, saat ini jajanan dari olahan hasil bumi hanya digemari oleh orang-orang lanjut usia. Maka dari itu, kembali ditanamkannya rasa cinta kepada siswa dapat menumbuhkan kesadaran bahwasannya, anak-anak muda sebagai generasi penerus lah yang tentunya memiliki amanah yang besar untuk tetap melestarikan jajanan olahan hasil bumi tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Dewi Fajriyyatul Maulidah, S.Si koordinator acara mengatakan pihaknya akan mengapreasiasi usaha siswa yang mengenakan busana Kartini dan petani dengan tujuan untuk menunjukkan rasa cinta terhadap budaya dan menghargai jasa Kartini dan para petani Indonesia.

Dia menuturkan panitia memberikan apresiasi yang luar biasa kepada siswa yang memakai busana lengkap Kartini dan petani dengan diberikannya penghargaan sebagai harapan agar mereka terus termotivasi dan tetap memperjuangkan segala apa-apa yang diajarkan ibu Kartini serta menghargai jasa para petani dengan mencintai produk dan hasil bumi sendiri. (Mitha/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here