Sekolah Ini Tanamkan Wawasan Ibadah Haji Sejak Dini

0
176
Manasik: Siswa Siswi Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah 48 Kenjeran Surabaya menggelar latihan manasik haji cilik.(Foto: spesial)

KLIKMU.CO-Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah 48 Kenjeran Surabaya menggelar latihan manasik haji cilik. Kegiatan tersebut diadakan di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur. Sabtu (24/11).

“Latihan manasik haji cilik merupakan agenda rutin siswa TK B Aisyiyah 48 Kenjeran Surabaya pada setiap awal semester ganjil, untuk manasik haji tahun ini diikuti oleh 48 siswa beserta orang tuanya,” kata Ibu Kepala sekolah Aisyiyah 48 Surabaya, Siti Aisah, S.Pd

Dia menambahkan, latihan manasik haji tersebut bertujuan untuk memberikan  pengetahuan dan pengalaman praktik atau simulasi ibadah haji dan umrah bagi para siswa TK Aisyiyah 48.

“Kegiatan ini tidak hanya kami pakai untuk pembelajaran kepada anak-anak tetapi lebih kepada ibu-ibunya juga supaya bisa menjadi bekal pengetahuan ketika suatu hari nanti mereka melaksanakan ibadah haji maupun umrah,” tutur ibu Siti Aisah.

Dalam melaksanakan manasik haji tersebut para siswa mengenakan pakaian ihrom. Latihan manasik haji dipandu secara langsung oleh ustadz Ali Fauzi, M.Pd.I Selama latihan manasik haji tersebut pemandu menerangkan tentang makna tiap tahapan latihan manasik haji, sambil membimbing para siswa melaksanakan tahapan demi tahapan manasik haji tersebut tentunya juga dengan dituntun doa dan dzikir yang diucapkan.

Latihan manasik haji dimulai dengan mengambil miqat. Kemudian para siswa menuju Ka’bah untuk melaksanakan thawaf (mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dan mereka juga diperkenalkan dengan Hajar Aswad, Pintu Ka’bah, Hijir Ismail serta Rukun Yamani yang terdapat disekeliling Ka’bah). Lalu para siswa melanjutkan dengan pengenalan Maqom Ibrahim dilanjutkan dengan sholat sunnah dua rakaat. Selanjutnya, siswa istirahat sejenak untuk minum air zam zam.

Setelah itu, barulah para peserta manasik haji cilik melaksanakan sa’i (berlari-lari kecil dari Bukit Shofa ke Bukit Marwah) dan dilanjutkan dengan melempar jumrah, Latihan manasik haji itu ditutup dengan tahalul (menggunting sebagian rambut kepala).

“Dengan adanya latihan manasik haji ini kita semua berharap selain untuk menanamkan nilai-nilai dan ajaran islam kepada anak sejak dini, yang tak kalah pentingnya peragaan manasik haji ini untuk lebih mempererat ukhuwah islamiah, baik antar sesama murid maupun para guru serta orang tua murid,” ujar Siti Aisah. (nuril/habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here