Sekolah Kreatif Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama untuk Para Prajurit yang Gugur

0
375
Keluarga besar SD Muhammadiyah 20 Surabaya melaksanakan shalat Ghaib bagi korban KRI Nanggala-402. (Tahar/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Keluarga besar Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya turut berdukacita atas gugurnya 53 awak kapal KRI Nanggala-402 di perairan utara Laut Bali. Hal itu disampaikan Kepala Sekolah Ustadz Ain.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama sekolah dan seluruh keluarga besar SD Muhammadiyah 20 Surabaya turut berdukacita atas tenggelamnya kapal KRI Nanggala-402,” kata Ustadz Ain pada Senin (26/4/2021).

Sebagai wujud rasa duka, sejumlah ustadz-ustadzah beserta staf mengadakan doa bersama yang diawali dengan shalat Ghaib di sekolah berjuluk Sekolah Kreatif tersebut. “Kita keluarga besar Sekolah Kreatif sebenarnya sangat berduka sejak kali pertama mendengar kabar hilang kontaknya kapal selam ini,” ucap Ustadz Ain.

Dia pun semakin terharu setelah tahu bahwa ternyata kru awak kapal sempat shalat berjamaah di atas kapal itu. “Mereka adalah saudara kita, saudara seiman kita. Maka, begitu mendengar kabar itu, kita terus berdoa, semoga kondisinya baik-baik dan awak kapal bisa terselamatkan. Meski pada akhirnya kemarin kita mendengar bahwa kapal dan awaknya tidak terselamatkan,” jelas Ustadz Ain.

Ustadz Ain pun merasa berkewajiban, apalagi sesama muslim untuk seidaknya mendoakan kru awak kapal melalui shalat Ghaib yang diselenggarakan di mushala sekolah.

“Pastinya jenazah ini tidak bisa dirawat dengan cara-cara syari sebagaimana ketika meninggal dunia di daratan ya karena ini di lautan. Maka, setidaknya kita sebagai saudara seiman ikut ambil bagian dengan shalat Ghaib,” kata Ustadz Ain.

Lebih lanjut, dalam kegiatan doa bersama tersebut, mereka pun berdoa untuk negeri ini supaya dijaga oleh Allah Swt dari segala musibah dan bencana. Selain itu, mereka juga berdoa agar pandemi Covid-19 segera raib dari bumi Indonesia. Doa juga dipanjatkan kepada para korban musibah yang belakangan melanda tanar air mulai banjir, gempa bumi, hingga terakhir tenggelamnya KRI Nanggala ini.

“Kita mendoakan yang terbaik untuk negeri ini. semoga tetap dijaga oleh Allah dan terhindar dari segala pujian. Cukuplah berita tenggelamnya kapal itu sebagai akhir dari musibah dan tidak perlu berlanjut ke musibah-musibah berikutnya,” harap Ustadz Ain. (Tahar/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here