Sekolah Muhammadiyah Bincang Bersama Dispendik Surabaya Jelang Pembelajaran Tatap Muka

0
249
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ike Inayumiki SE MSi saat Zoom Meeting dengan warga Muhammadiyah. (Den Peyi/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Pemerintah Kota Surabaya akan segera menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Direncanakan dimulai pada awal Desember2020 ini, pro-kontra pun muncul langsung merebak.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ike Inayumiki SE MSi saat Zoom Meeting dengan warga Muhammadiyah. (Den Peyi/KLIKMU.CO)

Turut merespons hal itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya melalui Satgas  Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kamis malam (26/11/2020) menyelenggarakan Zoom Meeting yang dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya Dr Mahsun Jayadi MAg dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ike Inayumiki SE MSi.

Peserta yang hadir dalam Zoom Meeting adalah PDM, PDA,  pengurus Muhammadiyah Covid-19 Command Center PDM, Majelis Dikdasmen, Majelis Dikdas, serta kepala sekolah TK ABA, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/K Muhammadiyah se-Surabaya.

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya  Kiai Mahsun menuturkan bahwa prinsipnya adalah meminimalkan kemudaratanyna. “Harus benar-benar disiapkan sebaik mungkin dan diperhatikan kondisi dan perkembangan di Kota Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ike Inayumiki menyampaikan beberapa poin terkait jelang digulirkannya sekolah tatap muka. Antara lain, kesiapan sekolah terkait dengan sarana-prasarana. Kedua, lanjut Ika, siswa ketika masuk kelak hanya boleh membawa bekal minum dan pakai sedotan.

“Lalu, yang antar jemput hanya keluarga inti atau keluarga yang tinggal satu rumah. Tidak lupa, penataan kelas, formasi tempat duduk, dan protokoler kesehatan,” paparnya.

Ika menambahkan, para siswa dan guru juga wajib memakai masker. Durasi pembelajaran juga tidak panjang.

Bagaimana jika ada yang sakit? Nah, menurut Ika, jika ada anak yang sakit, dinas pendidikan telah menjalin koordinasi dengan puskemas terdekat.

Di samping itu, sekolah harus berada di area yang aman dari peta persebaran Covid-19. “Ketika kedatangan dan kepulangan dilarang ada kerumunan. Lalu, ketika pulang anak-anak dilarang keluar sekolah sebelum orang tua atau keluarga yang jemput benar-benar sudah datang,” tandasnya (Den Peyi/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here