Sekolah Progresif Raih Video Pembelajaran Terbaik AIK

0
197
Ustad If Sujalma SPdI menerima penghargaan sebagai video pembelajaran terbaik mata pelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan. (Elen/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Selamat! Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 3 “Sekolah Progresif” meraih prestasi terbaik video pembelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) se-SMP/MTs Muhammadiyah se-Surabaya. Penghargaan itu diterima pada Sabtu pecan lalu (31/7/2021).

Guru Al Islam Kemuhammadiyahan SMPM 3 Surabaya Ustadz If Sujalma SPd mengatakan, pihaknya senantiasa bersyukur atas dinobatkannya media pembelajaran terbaik mapel Al Islam dan Kemuhammadiyahan tingkat SMP Muhammadiyah se-Kota Surabaya.

“Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tetapi guru yang bermutu dapat melahirkan ribuan murid-murid yang hebat,” katanya.

Sujalma menyatakan, berbagai inovasi pembelajaran pun dilakukan oleh SMP Muhammadiyah 3 Surabaya yang berlabel Sekolah Progresif (Program Religius Intensif) di saat pandemi melanda.

“Mulai dari video pembelajaran yang apik, PKK (pendidikan karakter keluarga), penggabungan antara mapel PPKn IPS menjadi humaniora, hingga penugasan gabungan antarmapel. Kesemuanya demi memudahkan pembelajaran jarak jauh (PJJ),” jelas dia.

Menurut Sujalma, PJJ harus dikemas sedemikian rupa agar peserta didik semakin nyaman dan senang untuk belajar. Dari semua inovasi tersebut, peserta didik dapat mandiri dalam belajar serta selalu berprestasi dan pastinya mengamalkan apa yang sudah dipelajari dalam pembelajaran yang telah disampaikan oleh para guru.

“Video pembelajaran kita buat semenarik mungkin agar semua murid bisa senang menyimak dan tidak bosan dalam belajar di rumah,” tambah ustadz If, biasa dia dipanggil.

Wakil Kepala Sekolah SMPM 3 Surabaya Ustadz Bijak Yuriswira SH menambahkan, tidak dapat dimungkiri PJJ memerlukan kemandirian dari peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran, bahkan harus dibuat menyenangkan.

“Kami sebagai pencetus PKK berharap peserta didik mampu mengaplikasikan teori pembelajaran dan karakter ke dalam dunia praktik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Belajarnya di rumah, jadi harus bernuansa rumah dan lingkungan tempat tinggal,” ujarnya. (Elen/Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here