Sekretaris Muhammadiyah Surabaya Apresiasi Pertemuan PP Muhammadiyah dan PBNU

0
117
Adaptasi: H. M. Arif An, SH Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya berbincang bersama petugas kebersihan di salah satu sudut Kota Surabaya. Dalam kesempatan itu ia memberikan suntikan motivasi akan pentingnya beradaptasi dalam segala kondisi. (Foto: Mudipat)

KLIKMU.CO – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu malam, (31/10).

“Tadi kita ngobrol santai. Ada beberapa yang kita diskusikan tentang bagaimana merekatkan kebersamaan di tubuh bangsa kita di tengah suasana tahun politik yang mana itu juga jadi bagian hajat kita sebagai bangsa,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj juga menyoroti tentang kondisi persatuan di masyarakat. Menurutnya belakang banyak masyarakat yang jadi radikal karena pengaruh paham dari luar.

“Belakangan ini kita rasakan ada suatu yang aneh, ada sesuatu yang dari luar, sebagian saudara kita jadi radikal, keras, ini sama sekali tak menunjukkan watak kepribadian bangsa Indonesia,” kata Said.

Dalam pertemuan tersebut ormas terbesar di Indonesia itu menghasilkan empat poin pernyataan bersama.

Pertama, berkomitmen kuat menegakkan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan atas Pancasila sebagai bentuk dan sistem kenegaraan yang Islami. Bersamaan dengan itu menguatkan dan memperluas kebersamaan dengan seluruh komponen bangsa dalam meneguhkan integrasi nasional dalam suasana yang damai, persaudaraan, dan saling berbagi untuk persatuan dan kemajuan bangsa.

Kedua, mendukung sistem demokrasi dan proses demokratisasi sebagai mekanisme politik kenegaraan dan seleksi kepemimpinan nasional yang dilaksanakan dengan profesional, konstitusional, adil, jujur, dan berkeadaban. Semua pihak agar mendukung proses demokrasi yang substantif serta bebas dari politik yang koruptif dan transaksional demi tegaknya kehidupan politik yang dijiwai nilai-nilai agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur Indonesia.

Ketiga, meningkatkan komunikasi dan kerjasama yang konstruktif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun masyarakat yang makmur baik material maupun spiritual, serta peran politik kebangsaan melalui program pendidikan, ekonomi, kebudayaan, dan bidang-bidang strategis lainnya. Komunikasi dan kerjasama tersebut sebagai perwujudan ukhuwah keumatan dan kebangsaan yang produktif untuk kemajuan Indonesia.

Keempat, pada tahun politik ini semua pihak agar mengedepankan kearifan, kedamaian, toleransi, dan kebersamaan di tengah perbedaan pilihan politik. Kontestasi politik diharapkan berlangsung damai, cerdas, dewasa, serta menjunjung tinggi keadaban serta kepentingan bangsa dan negara. Hindari sikap saling bermusuhan dan saling menjatuhkan yang dapat merugikan kehidupan bersama. Kami percaya rakyat dan para elite Indonesia makin cerdas, santun, dan dewasa dalam berpolitik.

Pertemuan dua elit pimpinan ormas itu mendapat respon positif dari H. Arif An, SH. Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya. Menurutnya tampilan keharmonisan yang ditunjukkan ditataran pucuk pimpinan itu hendaknya menjadi contoh sampai tingkat grasrot.

“Saya merasakan ada kesejukan melihat para Pimpinan Muhammadiyah dan PBNU bertemu. Semoga menjadi contoh di tataran bawah pengikutnya,” kata Arif An seraya berharap dihajat tahun politik ini kedua ormas menjadi teladan dan turut membangun bangsa. (Abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here