Selama Pandemi Sekolah Akhlak Lakukan Hal ini dalam Membentuk Karakter dan Religiusitas Siswanya

0
234
Ustdzah Ika (berjilbab coklat) sedang menyapa dan mendampingi kegiatan dzikir muroja'ah pagi peserta didik binaannya secara virtual. Foto diambil dari dokumen sekolah

KLIKMU.CO- Sudah hampir enam bulan pandemi covid-19 yang melanda dunia belum juga sirna. Meskipun angka kesembuhan lebih tinggi dari angka kematian namun laporan kasus positif penyebaran yang terjadi secara masif terus juga bertambah setiap harinya. Hal ini membuat pemerintah maju mundur dalam membuat keputusan dibukanya kembali sektor sekolah meskipun era new normal sudah berlaku, itu artinya pembelajaran dalam jaringan menjadi satu-satunya opsi agar roda pendidikan terus berjalan.

Pembelajaran dalam jaringan atau yang lebih familiar dikenal daring membuat pendidik lebih extra dalam transfer ilmu pengetahuan karena harus memastikan materi atau informasi dapat dipahami dan diimplementasikan dengan baik oleh peserta didik. Seperti halnya yang dilakukan oleh para pendidik SMP Muhammadiyah 9 Surabaya setiap pagi sebelum pembelajaran. Melekatnya branding sebagai sekolah akhlaq membuat seluruh pendidik berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga konsistensi dalam mendidik secara akademis maupun pembentukan akhlaqul karimah.

Ada tiga hal yang dilakukan secara virtual setiap paginya kepada peserta didik untuk mendukung hal tersebut adalah Sapa pagi, Dzikir, serta Muroja’ah pagi. Tiga hal ini menjadi sarapan wajib yang tetap dilakukan meskipun melalui jaringan online dengan dikoordinasi wali kelas sebelum pembelajaran berlangsung.

Sapa pagi dilakukan dengan menanyakan kabar, memastikan bahwa peserta didik secara fisik sehat dan secara mental siap belajar, menanyakan tugas akademik serta ibadahnya, memberikan motivasi dan menyalurkan energi positif untuk tetap produktif ditengah pandemi. Membaca dzikir pagi ayat-ayat ruqiyah agar hati selalu terlindungi dari godaan-godaan dalam menjalani hari dan muroja’ah pagi sebagai bentuk keistiqoomahan dalam menjaga hafalan.

Gus Imsap sapaan kepala sekolah akhlaq yang turut andil setiap paginya dalam kegiatan rutin layaknya sarapan rohani menuturkan

“Kegiatan ini dilakukan salah satunya sebagai bentuk menjalankan amanah dari wali peserta didik yang telah mempercayakan pendidikan putra putrinya di sekolah akhlaq. Lebih dari itu tujuan utama untuk membentuk karakter disiplin, tanggung jawab serta religiusitas peserta didik”, ujarnya

Menurut Ustad Farid Syahrizal, salah satu wali kelas 7 mengungkapkan jika kegiatan ini baginya sangat menyenangkan dan membelajarkan banyak hal bagi peserta didik dan dirinya sendiri.

“Sebelum sinau ancen kudu onok siraman rohani disek biar fokus juga terlatih, membiasakan disiplin bangun pagi. Saya pribadi yang pertama kali menjadi walas belajar untuk mengkondisikan anak-anak, berusaha menjadi tauladan yang baik, lebih intens juga komunikasi dengan orang tua karena sudah pasti membutuhkan bantuan orang tua di rumah agar kegiatan berjalan maksimal”, tambah ustadz yang juga pengampuh mapel matematika kelas 7 dan 8.

Meskipun dalam pelaksanaannya bukan tidak mungkin jika tidak menemui kendala, namun dari tiga hal kecil yang dilakukan secara konsisten ini besar harapan dari agar peserta didik dapat menumbuh kembangkan karakter disiplin, tanggung jawab, serta akhlaqul karimah lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan dengan sapa pagi anak-anak bisa lebih disiplin waktu, Jika anak-anak sudah ready dari pukul 06.30, maka buat ikut pembelajaran jam pertama sudah aman. Gak bakal telat. Biar terbawa disiplin juga dalam hal pengumpulan tugas akademik”, ujar Ustadzah Ika selaku walas 8B yang setiap hari mendampingi peserta didik binaannya dengan totalitas. (Risalatin N.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here