Selamat Jalan, Pak Merle: Warisanmu Akan Lama Dikenang

0
298
Penulis bersama Prof M.C. Ricklefs di IRCM Malang 2012. (Burhani)

Oleh: Ahmad Najib Burhani PhD

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un! Rest in Peace Prof. M.C. Ricklefs (17 Juli 1943–29 Desember 2019)!

Saya sering menyebut ada tiga ilmuwan besar yang sangat menentukan pemahaman tentang Islam di Indonesia: Snouck Hurgronje, Clifford Geertz, dan M.C. Ricklefs.

Sebelum Geertz melakukan kajiannya ttg Jawa (Indonesia) & melahirkan karya-karya seperti “The Religion of Java”, para sarjana asing banyak yg menjadikan karya Snouck sebagai referensi utama. Seusai Geertz, kita baru menemukan sarjana sekaliber dirinya dan mampu menentukan kesarjanaan Islam Indonesia pada diri Ricklefs. Kini dia sudah pergi, tapi warisannya akan lama dikenang. Selamat jalan Pak Merle!

Tahun 2003 yang lalu adalah pertama kali saya bertemu. KITLV Leiden, tempatnya. Setelah itu kita sering berkomunikasi. Merle Ricklefs salah satu yang membaca Thesis MA saya dan memberi komentar yang kemudian dipakai sbg kalimat di cover buku “Muhammadiyah Jawa”. “This is excellent… your thesis was very good indeed”

Tahun 2012, kami (Azyumardi Azra, Mitsuo Nakamura, & saya) mengundangnya untuk IRCM (Int’l Research Conference on Muhammadiyah) dalam rangka 100 tahun Muhammadiyah. Selama 4 hari conference, Pak Merle selalu aktif hadir dan memberi kontribusi dan tidak pergi kemana pun.

Tahun 2013, Pak Merle membaca disertasi saya dan berkomentar: “I’ve now had a chance to go through your thesis. I’ve read some of it carefully, skimmed other parts, and gained a very positive impression. Your work deals with a significant subject. It is thoroughly researched and well written for the most part… There is much new information here, you cover the longer historical background and usefully set the Ahmadi story in the wider Indonesian religio-political context, in the larger Islamic context and more generally. You make good points throughout.”

Pak Merle yg membantu mempersiapkan proposal penerbitan buku itu, mengedit beberapa bagian, dan bahkan mengontak penerbit yang dia menjadi editornya. Saya tidak banyak bergerak mengerjakan buku ini sampai sekarang. Hampir tiap tahun Pak Merle menagih, tapi saya merasa selalu belum siap. Setiap kali ada pertemuan dan dia tahu saya ada di situ, dia selalu mencari dan menanyakan perkembangannya. Sampai saya malu sendiri. Saya akan mengerjakannya Pak dan mendedikasikannya untuk Bapak!

Cover buku “Muhammadiyah Jawa” dg blurb dari Ricklefs.

Sanur, Bali, 30 Desember 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here