Seluruh Sekolah Boleh Pembelajaran Tatap Muka Januari 2021

0
412
Mendikbud Nadiem Makarim dalam sosialisasi SKB empat menteri Sabtu (20/11/2020). (Okenews)

KLIKMU.CO – Pemerintah mengizinkan seluruh sekolah menggelar pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021. Keputusan itu tertuang dalam surat keputusan bersama (SKB) empat menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020–2021 di masa pandemi yang disampaikan Sabtu (20/11/2020) secara daring.

Surat keputusan bersama empat menteri itu meliputi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri. ”Saya tekankan, pembelajaran tatap muka ini diperbolehkan, (tapi) tidak diwajibkan,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Nadiem mengatakan, kebijakan baru tersebut dibuat setelah mengevaluasi dampak negatif dari pendidikan jarak jauh (PJJ) bagi anak. “Dampak negatif yang terjadi pada anak merupakan suatu hal yang nyata. Jika dilaksanakan terus-menerus bisa berujung pada masalah permanen,” ujar mantan bos Gojek tersebut.

Ancaman Putus Sekolah dan Kesenjangan

Salah satunya adalah ancaman anak putus sekolah. Banyak anak bekerja dan didorong orang tua untuk bekerja membantu perekonomian keluarga. Banyak pula orang tua yang skeptis terhadap PJJ karena tidak bisa melihat peran sekolah pada pembelajaran daring.

Di samping itu, berbagai macam risiko tumbuh kembang anak yang dipertaruhkan. Ada pula kesenjangan capaian pembelajaran antara anak di daerah pinggiran dan mereka yang tinggal di daerah mapan. Bahkan bahkan kian melebar.

”Kita juga berisiko learning loss. Ada satu generasi anak-anak kita yang hilang pembelajarannya dan harus mengejarnya. Sebagian akan ketinggalan dan tidak mengejar ketika kembali sekolah,” kata Nadiem Sabtu kemarin (20/11).

Dampak Psikis dan Sosial

Yang tidak kalah penting adalah dampak psikososial pada anak dan orang tua yang stres dengan PJJ.

“Hal itu bisa mengakibatkan peningkatan insiden kekerasan dalam rumah tangga,” tegasnya.

Nadiem menambahkan, kebijakan pembelajaran tatap muka di masa pandemi ini juga harus berfokus pada daerah. Pemberian izin ini bisa saja secara serentak ataupun bertahap bergantung pada kesiapan daerah masing-masing.

“Sesuai dengan diskresi kepala daerahnya berdasarkan evaluasi kepala daerahnya,” kata Nadiem. “Mengenai mana yang siap mana yang tidak, tentu kesiapan sekolah masing-masing dalam memenuhi semua checklist untuk melakukan tatap muka dan juga melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat,” imbuhnya.

Nadiem kembali mengingatkan bahwa kebijakan ini berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020-2021. “Jadinya Januari 2021. Jadi, daerah dan sekolah diharapkan mulai sekarang sampai akhir tahun meningkatkan kesiapannya kalau ingin melakukan pembelajaran tatap muka,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here