Sempat Tertunda 6 Tahun, Akhirnya Kasman Singodimedjo Tahun Ini Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional

0
286

KLILMU.CO – Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh, yaitu Abdurrahman Baswedan (Yogyakarta), Ir. H. Pangeran Mohammad Noor (Kalimantan Selatan), Agung Hajjah Andi Depu (Sulawesi Barat), Depati Amir (Bangka Belitung), Syam’un (Banten), dan Kasman Singodimedjo (Purworejo, Jawa Tengah).

Menurut Pradana Boy ZTF, PhD. Asisten Staf Khusus Kepresidenan Bidang Keagamaan Internasional bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk penghormatan yang tinggi Presiden terhadap tokoh-tokoh yang memberikan sumbangsi kepada bangsa Indonesia dalam kapasitas dan kelebihan masing-masing. Kata Boy, gelar Pahlawan Nasional dikukuhkan kepada Mr. Kasman Singodimedjo pada 8 November 2018 berdasarkan Keppres Nomor 123/TK/Tahun 2018.

“Abdurrahman Baswedan, Syam’un, dan Kasman Singodimedjo, adalah tokoh-tokoh yang turut berjuang dalam meraih kemerdekaan Indonesia. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Kasman Singodimedjo perlu mendapatkan perhatian khusus, mengingat peran pentingnya bagi kemerdekaan Indonesia,” kata Boy melalui pesan singkatnya.

Kasman diajukan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2012, dan butuh waktu enam tahun untuk pengajuan tersebut dikabulkan.

Kata Boy, begitu sapaan akrab Pradana Boy ZTF, Kasman adalah seorang tokoh yang aktif di berbagai organisasi. Ia aktif di Jong Java (Perkumpulan Pemuda Jawa), Jong Islamiten Bond (Organisasi Pemuda Islam), Masyumi dan Muhammadiyah. Juga pernah menjadi Komandan Pembela Tanah Air (PETA). Salah satu peran penting Kasman Singodimedjo dalam kemerdekaan Indonesia, adalah ketika ia bertanggung jawab terhadap pengamanan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

“Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh Muhammadiyah, Kasman Singodimedjo merupakan bentuk perhatian yang sangat besar Presiden Joko Widodo kepada Muhammadiyah. Ini sekaligus merupakan pengakuan Pemerintah Republik Indonesia terhadap peran dan kontribusi Muhammadiyah dalam memperjuangkan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia,” tandas Boy.

“Sebagai orang yang terlibat dalam kepanitiaan pengusulan tiga tokoh Muhammadiyah: Ki Bagus Hadikusumo, Prof. KH. Abdul Kahar Mudakir, dan Kasman Singodimejo untuk menjadi Pahlawan Nasional, rasanya ikut senang atas dikukuhkannya Kasman Singodimejo oleh Presiden Jokowi,” kata Ma’mun Murod Al-Barbasy Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta melalui laman Facebooknya.

Dalam situasi kebangsaan yang rentan dengan perpecahan seperti saat ini, sikap Kasman saat menjabat anggota PPKI patut dihadirkan sebagai teladan.

Dalam sejarahnya, setelah BPUPKI merumuskan Undang-Undang Dasar 1945, dan UUD 1945 hendak disahkan, muncul perdebatan seputar pencantuman tujuh kata “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dalam Piagam Jakarta. Terjadi perdebatan antara kelompok Islam dan di luar Islam. Saat itu, kelompok di luar Islam berkeberatan dengan pencantuman tujuh kata tersebut. Ketika situasi yang memanas, Kasman melakukan lobi politik ke berbagai pihak. Melalui kemampuan lobinya, ia berhasil membujuk tokoh-tokoh Islam, termasuk Ki Bagus Hadikusumo, untuk menghapus tujuh kata tersebut dan menggantinya dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Ma’mun mengaku, gelar Pahlawan Nasional Kasman sempat tertunda-tunda karena putusan pengadilan masa Orde Lama yang sangat berbau politik. “Oleh Presiden Soeharto, putusan-putusan hukum yang berwajah politis masa lalu itu sudah diputihkan semua. Namun tetap saja putusan Orde Lama dijadikan pijakan dan mengabaikan kebijakan Orde Baru dalam pengusulan gelar Pahlawan Nasional Kasman. “Akhirnya tahun ini Kasman resmi menjadi Pahlawan Nasional, Terima kasih Pak Jokowi,” jelas Ma’mun.

Kata Ma’mun, Kasman inilah orang yg berhasil membujuk Ki Bagus Hadikusumo (Ketua PB Muhammadiyah saat itu) untuk menyepakati perubahan isi Piagam Jakarta. Bujukan tokoh lainnya seperti Soekarno, Hatta, Tengku Hasan tak mampu melunakkan sikap Ki Bagus. Dengan linangan air mata, akhirnya Ki Bagus bersedia mendukung perubahan isi Piagam Jakarta. Bahkan Ki Bagus yang mengusulkan perubahan Piagam Jakarta Sila Pertama dari Ketuhanan dengan melaksanakan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya menjadi hanya Ketuhanan Yang Maha Esa.

Selanjutnya, Kasman adalah Ketua DPR RI (KNIP) pertama. Kasman adalah Jaksa Agung RI kedua. Kasman adalah sosok yang sangat kaku pada hal-hal prinsip atau sarat nilai dalam politik. Pada akhirnya, Muhammadiyah telah memberikan sumbangan penting kepada negara dalam bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan politik.Tokoh besar dan Pahlawan Nasional Mr. Kasman Singodimedjo adalah salah satu kontribusi Muhammadiyah kepada bangsa Indonesia. (Abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here