Semua Manusia Akan Rugi Waktu, kecuali Lakukan Empat Hal

0
1763
Saiful Amien SAg MPd dalam Kajian Ahad Shubuh (KAS) Universitas Muhammadiyah Malang. (Candra/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – “Waktu itu ibarat pedang. Jika kita tidak bisa menggunakannya dengan baik, ia bisa melukai diri kita sendiri.”

Demikian Saiful Amien SAg MPd menyentil peribahasa Arab dalam Kajian Ahad Shubuh (KAS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang digelar Ahad lalu (17/1/2021) secara daring melalui kanal YouTube.

Menurutnya, menghargai waktu merupakan salah satu ciri muslim ideal. Hal itu juga menjadi indikator keimanan seseorang kepada Allah swt.

Amin, panggilan akrabnya, menyebutkan beberapa istilah waktu yang digunakan dalam Al-Qur’an. Pertama adalah ajal yang memiliki arti sebagai batas waktu. Ada pula dahr yang biasa diterjemahkan menjadi jatah masa hidup. Sementara itu, dua yang terakhir adalah alwaqt dan ashr yang masing-masing memiliki arti sebagai masa akhir hidup manusia serta masa menjelang terbenam matahari.

“Pada bahasan kali ini, kita akan lebih fokus pada ashr. Istilah itu juga dekat dengan kata ashiir yang berarti jus. Pada dasarnya, ashr juga bisa dipahami dengan masa memeras waktu dengan hal-hal baik dan bermanfaat,” terangnya lebih lanjut.

Dosen kelahiran Tuban itu juga menerangkan bahwa Al-Qur’an sudah sering mengingatkan manusia untuk memanfaatkan dan menghargai waktu sebaik-baiknya. Salah satunya terangkum dalam surah Al-Ashr yang memberi tahu bahwa semua manusia merugi.

Meski begitu, ada sebagian yang lolos karena melaksanakan empat hal. Di antaranya, mereka yang meyakini dan mengenal kebenaran, bekerja keras mengamalkannya, serta mau membagikannya ke sesama. Selain itu, berbagi kesabaran dalam melaksanakannya pula.

Amin lantas juga memberikan tips mengatur waktu secara islami di akhir sesi. Ada tiga prinsip yang bisa diamalkan dan diusahakan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama adalah menjadikan salat fardu sebagai pembentuk watak dan sarana evaluasi atas kerja keras yang sudah dilakukan.

Kemudian, menempatkan kata waktu dalam pola pikir investasi. Investasi yang bisa menghasilkan tidak hanya di  dunia, tapi juga di akhirat kelak. “Beramal dan bekerja keras di dunia sehingga nantinya kita bisa memetik buah dari apa yang sudah diamalkan. Utamanya di akhirat dan dunia,“ ujarnya.

Tidak lengkap rasanya kalau prinsip-prinsip itu tidak ditambahi dengan menjaga diri dari menyia-nyiakan waktu. “Memang susah rasanya untuk tidak menghiraukan godaan-godaan yang menghambat amalan baik kita. Tapi paling tidak kita bisa menahan diri untuk tidak melakukannya,” ungkap Amin. (Candra/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here