Sensitif adalah Bekal Menjadi Da’i LDK Muhammadiyah

0
162
Up Grading: Nurcholis Huda(berdiri) memberikan bekal kepada para dai khusus di Universitas Muhammadiyah Surabaya.(Foto: Spesial)

KLIKMU.CO – Menjadi seorang pendakwah (dai) khusus terkadang memiliki tantangan yang besar. Tak jarang, karena kondisi itu dibutuhkan juga bekal khusus yang memadai.

Kurang lebih itulah pelajaran yang dapat dipetik dari paparan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Drs. Nur Cholis Huda, M.Si dalam acara yang bertajuk Upgrading Dai Khusus dan Deklarasi Dai Khusus Anti Narkoba, Anti Anak Jalanan (ANJAL), Anti Gepeng dan Pengemis (GEPENG), di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Ahad (6/5).

Dalam acara itu, ia kembali menanyakan ulang komitmen para peserta. Menurutnya, para anggota dai penting untuk berpikir atas potensi yang dimilikinya.

“Saya minta saudara mencari apa yang plus di diri saudara. Mulai dari sekarang, berpikirlah saya (peserta) adalah dai khusus dan dai plus. Itu yang saudara cari,” tukas Nurcholis.

Ia menambahkan, karena penyebutannya juga sebagai dai khusus, maka para pendakwah tersebut juga harus memiliki bekal yang memadai.

“Dai khusus memasuki daerah yang tidak biasa. Maka dai khusus harus punya bekal khusus yakni sensitivitas sosial,” papar pria yang menjabat sebagai Penasihat Masjid Attaqwa Pogot Kenjeran itu.

Lebih lanjut, pria yang kerap disapa Ustadz Nur itu menyampaikan, sasaran dakwah khusus adalah komunitas kelas atas, komunitas kelas menengah, komunitas kelas bawah, komunitas marjinal, komunitas virtual. Ia menambahkan, yang paling penting untuk menghadapi situasi itu ialah dengan memaksimalkan peran internal.

“Syarat penting (agar dakwah bisa sukses) ialah adanya tenaga penggerak dari dalam komunitas itu,” ujarnya. (Habibie/ Frd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here