Seorang Muslim yang Salatnya Bagus Tidak Mungkin Korupsi

0
225
Tangkapan layar Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) New South Wales, Australia, oleh Dr Syakir Jamaluddin MA. (Haidir/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pengajian rutin Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) New South Wales, Australia, kembali berlangsung secara virtual, Ahad (21/3/2021). Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogayakarta Dr Syakir Jamaluddin MA didapuk menjadi narasumber dengan membawakan tema “Tuntunan Zikir/Doa setelah Salat Fardu dan Keutamaannya”.

Dalam pemaparannya, anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengatakan bahwa berdoa dan berzikir setelah melaksanakan ibadah salat merupakan tutunan yang diajarkan Rasullullah Saw. Keutamaan berzikir dan berdoa antara lain adalah menunjukkan kedekatan seorang hamba kepada Allah Swt.

Ia juga mengatakan bahwa salat yang dilaksanakan seorang muslim bisa menjadi rujukan akhlaknya. Apabila salatnya bagus, baiklah seluruh amalan hidupnya. Jika salatnya tidak bagus, amalan hidupnya pun tidak akan bagus. Salat yang bagus juga akan menghindarkan seseorang dari perbukan keji dan munkar.  “Seorang muslim yang bagus salatnya tidak akan mungkin melakukan korupsi,” katanya.

Dalam hal ini, terang Dr Syakir, salat yang bagus adalah yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Allah dan Rasul-nya. Rujukan untuk melaksanakan salat yang bagus adalah mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah Saw melalui hadits-hadits yang sahih.

Menanggapi pertanyaan dari seorang ibu tentang membawa anak-anak ke masjid, penulis buku “Kuliah Fiqih Ibadah” ini menyatakan memang ada baiknya mengajari anak-anak untuk selalu mencintai masjid. Dari kecil, anak-anak harus diperkenalkan kepada masjid.

Sementara itu, seseorang yang melaksanakan salat harus khusyuk. Agar tidak mengganggu ketenangan orang yang sedang salat, sebaiknya anak-anak harus diajari orang tuanya agar jangan ribut saat di masjid. “Sehingga memang perhatian orang tua sangat penting dalam hal ini,” katanya.

Terhadap kebiasaan bersalaman setelah melaksanakan salat, menurutnya, tidak ditemukan tuntunannya sebagai ajaran Rasulullah. Hanya, jika ada orang yang mengulurkan tangannya untuk bersalaman, tidak boleh ditolak. “Salamnya harus dibalas sebagai bagian dari mengukuhkan tali silaturahmi atau menjalin persaudaraan antar-sesama muslim,” ujarnya.

Akan tetapi, tambah pria asal Bugis itu, salaman setelah salat jangan dibiasakan sebagai sesuatu yang seolah-olah menjadi kewajiban.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah New South Wales Nurwanto mengatakan bahwa pengajian ini dilaksanakan secara rutin sekali dalam sebulan. Ini merupakan program kerja dengan tujuan untuk memperkuat ukhuwah sesama anggota Muhammadiyah dan juga memperluas wawasan keagamaannya. Dalam pengajian ini, selain warga Muhammadiyah di Australia, juga ikut serta warga Muhammadiyah di Indonesia, seperti dari Kalimantan Timur, Maluku, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. (Haidir/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here