Dialog Sepak Terjang MCCC Surabaya: Bantuan Itu Datang dari Mana Saja, yang Penting Trust

0
188
M. Arif'an saat dialog Kemenangan Umat Islam di Masa Pandemi-19. (Achmad San/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Ketua MCCC Kota Surabaya M. Arif’an dalam talk show Kemenangan Umat Islam di Masa Pandemi Covid-19 di Pusdam Jalan Wuni mengatakan, Muhammadiyah selalu tanggap darurat bencana. Diakui oleh dunia, termasuk PBB yang mengakui MDMC.

“Kami ketika masih ada virus ini di Jakarta sekitar Februari, kita sudah ancang-ancang sendiri. Kita namai Satgas Covid-19 karena kita belum merujuk pada PP yang kemudian membuat MCCC,” ujar Arif’an kepada Ferry Yudi sebagai pembaca acara.

Arif’an mengatakan, yang dilakukan Muhammadiyah Surabaya selama ini cukup banyak. Ada bantuan sembako, membantu pasien mengantar ke rumah sakit, membantu pasien isolasi mandiri, rapit test, pembagian APD, dan sebagainya.

”Banyak sekali yang teman-teman alami di lapangan. Kadang juga dimarahi orang,” ujarnya.

Bagaimana tips dan trik MCCC Surabaya sehingga selama ini terus menyalurkan bantuan tak pernah putus?

Sekretaris PDM Kota Surabaya itu menjawab, semangat berdirinya Muhammadiyah itu semangat Al Maun. Jadi, memberi dan memberi itu semangat yang terus-menerus dilakukan oleh pimpinan dan kader. ”Yang penting itu adalah trust. Mencari kepercayaan ini yang penting. Selama ini menggalang dana lewat Lazismu. Kemudian kita himpun dan setiap kegiatan mesti kita sampaikan ke donatur,” katanya.

Salah satunya berbentuk lumbung pangan yang tersebar di cabang. ”Karena kalau hanya ditanggulangi pemerintah saja, tidak mampu,” katanya.

Muhammadiyah mendorong pemerintah untuk ketat menerapkan PSBB. Sebab, kata Arif, kita ingin segera selesai. Jika selesai, kehidupan ekonomi dan sosial lancar semua. ”Tapi kita sedih, di satu sisi masyarakat diminta  mematuhi aturan, di sisi lain pemerintah tidak konsekuen,” katanya.

Banyak orang yang percaya kepada Muhammadiyah karena komitmen dan kepercayaan mereka. ”Saya kemarin dapat telepon dari orang luar Muhammadiyah untuk ikut membantu. Kita memang membuka siapa saja yang mau membantu. Ada parpol, ada perorangan. Sampai saat ini bantuan yang terkumpul senilai Rp 400 juta jika ditotal semua,” ujarnya.

Di akhir dialog, Arif’an meminta kepada pemerintah dan masyarakat untuk tegas pada peraturan PSBB. ”Agar PSBB ini tidak ambyar,” tandasnya.

”Saran saya, virus Covid-19 ini tidak pandang bulu. Siapa pun tidak kebal korona. Maka, jaga jarak. Jaga kerumunan. Pakai masker. Jangan keluar rumah kalau tidak perlu. Kalau PSBB ini sukses dan akhir mei kurva turun, Juni kan diharapkan sekolah sudah mulai berjalan. Aktivitas kembali normal,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here