Sepuluh Tahun Lagi, Apakah Kira-Kira Dunia Masih Membutuhkan Guru?

0
695
Aris Rahardi (kiri) menjadi pemateri dalam ToT Perlindungan dan Peningkatan Kompetensi Proses Pembelajaran Guru Muhammadiyah.

KLIKMU.CO – “Hakikat mengajar itu membuat siswa belajar,” kata Aris Rahardi selaku PTP Madya BPMRPK Yogyakarta Pustekkom Kemdikbud RI, Ahad (17/11/2019), di Swiss Bel-Inn Hotel Malang.

Dalam Training of Trainer (ToT) Perlindungan dan Peningkatan Kompetensi Proses Pembelajaran Guru Muhammadiyah yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Forum Guru Muhammadiyah (FGM) itu, Aris juga menyampaikan bahwa proses pembelajaran hanya terjadi jika ada interaksi antara learner dan sumber belajar.

“Guru hanyalah salah satu jenis sumber belajar. Peran guru adalah manajer pembelajaran,” ungkapnya di hadapan 15 peserta dari se-Indonesia.

Menurut pria asal Yogyakarta itu, kehebatan proses pembelajaran adalah ketika pengajar mampu menciptakan aktivitas pembelajaran sebanyak-banyaknya.

“Paradigma baru pembelajaran oleh guru bukan mau mengajarkan apa, tapi mau mengajak siswa mempelajari apa,” imbuhnya sembari menyajikan data dan fakta perubahan pendidikan di era mutakhir ini.

Lebih lanjut, Aris menegaskan bahwa media-TIK adalah guru ketiga, setelah orang tua dan guru di sekolah.

“Sepuluh tahun lagi, apakah kira-kira dunia masih membutuhkan guru? Jawabannya bisa jadi masih membutuhkan jika guru mengubah perannya. Bukan sebagai penyampai ilmu, tapi menciptakan aktivitas belajar,” tandasnya.

Di era Revolusi Industri 4.0 ini, Aris juga mengungkapkan bahwa banyak profesi yang hilang dan tak lagi dibutuhkan, di antaranya petugas pos, penjaga wartel dan warnet, juru tik, agen tiket, loper, dan koran. (ICL/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here