Serda Kom Purwanto, Kru Kapal Selam Nanggala yang Juga Wali Murid MI Muhammadiyah 25 Surabaya

0
5894
Foto almarhum diambil dari dokumen pribadi

KLIKMU.CO- MI Muhammadiyah 25 Surabaya turut berduka atas tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala 402. Sebab, salah satu kru kapal selam itu merupakan wali muridnya, yaitu Serda Kom Purwanto.

Pria kelahiran Kediri, 28 Juli 1987 itu merupakan Ayah dari ananda Nafisya Isma Putri dan Nadzifah Qaireena Putri RIzqiyanto. anak pertama masih duduk di bangku MI Muhammadiyah 25 Surabaya.

Tentunya, duka mendalam masih dirasakan oleh para keluarga Awak Kapal Selam KRI Nanggala 402. Ini seiring semua awak kapal sebanyak 53 dinyatakan gugur setelah kapal dinyatakan tenggelam di laut utara Bali.

Duka mendalam pun dirasakan keluarga almarhum Serda Kom Purwanto, terutama istri almarhum, Dian arisa Cahyani Kemala. Dengan mata yang sembab, ia mengisahkan bahwa sang suami adalah sosok suami yang sangat sayang kepada keluarganya.

“Dia sangat sayang kepada anak-anaknya. Bahkan, setiap kali dinas, pasti selalu video call menanyakan kabar anak-anaknya, mulai dari makan, belajarnya dan tak lupa ibadahnya,” kata Dian.

Menurutnya, sang suami merupakan idola bagi anak-anaknya, karena setiap tindakannya selalu diawali dengan memberikan contoh kepada anak-anaknya itu. Meski begitu, ia menceritakan bahwa sebelum berangkat bertugas, beliau berpamitan seperti biasanya, sehingga tidak ada isyarat apapun tentang kepergiannya.

“Tidak ada isyarat apa-apa saat itu, beliau pamit seperti biasanya,” ujarnya.

Perawat yang bekerja di Rumah Sakit Dr. Soewandie itu juga menceritakan sejak berita tengelamnya kapal selam itu, ia bersama keluarganya tidak henti-hentinya memohon pertolongan Allah agar kapal selamnya bisa kembali ke permukaan.

“Sampai akhirnya pada Hari Minggu itu, kami dipanggil ke kantor untuk menerima kabar bahwa Kapal Selam Nanggala 402 benar-benar tenggelam dan suami saya dinyatakan meninggal. Ya Allah, hati ini rasanya ingin menjerit dan badan tidak bisa bergerak tapi saya menguatkan diri teringat anak-anak kami yang masih kecil yang masih membutuhkan dekapan seorang bunda,” ujarnya lirih.

Oleh karena itu, kini Dian hanya bisa berharap mudah-mudahan suaminya itu mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberi kekuatan dan kelapangan untuk menjalani roda kehidupan ini ke depannya. “Semoga engkau tenang di sisi-Nya,” pungkasnya.(Fu’adah/Rafa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here