Siapa yang Dimaksud Sebaik-baik Manusia, Siapa pula Seburuk-buruk Manusia?

0
499
Ustadz Jufri Mustafa MPdI dalam safari Shubuh Majelis Tabligh PDM Surabaya di Masjid Al Muttaqin Jl Wonokusumo Wetan Nomor 1. (Habibie/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Umur manusia itu seperti es batu yang diletakkan di suhu yang normal, kemudian mencair. Umur juga seperti lilin yang dibakar, pelan tapi pasti, lilinnya habis dibakar api, itulah umur manusia.

Demikian itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya Ustadz Jufri Mustafa MPdI dalam safari Shubuh Majelis Tabligh PDM Surabaya di Masjid Al Muttaqin Jl Wonokusumo Wetan Nomor 1 Semampir Surabaya, Ahad (23/8/2020).

Jufri Mustafa menyampaikan, firman Allah dalam surah Ali Imran ayat 102. “Allah Subhaanahuu Wata’ala berfirman yaa ayyuhalladzina aamanut taqullaaha haqqa tuqaatih walaa tamuutunna illaa waantum muslimuun. Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian semua kepada Allah, haqqa tuqaatih, dengan taqwa yang haq, dengan taqwa yang benar, dengan taqwa yang sungguh-sungguh. Walaa tamuutunna, dan janganlah sekali-kali kalian mati, illaa waantum muslimuun, kecuali kalian mati sebagai seorang muslim,” katanya.

“Dan Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dalam hadits khairunnas, sebaik-baik manusia, siapa mereka? Man Thaala umuruhuu, orang yang panjang umurnya, wahasuna amaluhuu, dan baik amal perbuatannya, ini dikasih stempel oleh nabi khairunnas, sebaik-baiknya manusia. Wasyarrunnaas, dan seburuk-buruk manusia, sejelek-jeleknya manusia, siapa mereka? Man, orang, Thaala umuruhuu, panjang umurnya tapi sayang syaaa amaluhuu, tetapi buruk amal perbuatannya, semoga kita semua termasuk orang -orang yang panjang umurnya baik amal perbuatannya,” tegasnya.

“Kita bersyukur kepada Allah Subhaanahuu Wata’ala, pagi hari ini Allah masih menghidupkan kita, setelah semalam mungkin 6 sampai 7 jam kita dimatikan oleh Allah melalui aktifitas tidur kita, mudah-mudahan tidur kita juga bernilai ibadah,” ujarnya.

Menurut dia, orang beriman itu enak. “Enaknya orang beriman itu apa saja yang dilakukan asal niatnya karena Allah maka bernilai ibadah, mendapatkan pahala, cuman bapak/ibu pahala itu tidak kelihatan. Makanya banyak orang yang tidak mau beragama, karena dianggap agama itu sesuatu yang tidak masuk akal. Dan sekarang gencar-gencarnya dikampanyekan, sekarang orang bebas Pak, orang komunis bebas. Kita sebagai seorang muslim harus mampu menunjukkan, kita bangga atas keislaman kita. Jangan ragu-ragu, preman aja bangga dengan kepremanannya, masak kita umat Islam tidak bangga dengan keislaman kita,” kata mubaligh KMM Surabaya itu.

Lebih lanjut dia mengatakan, tidak terasa sekarang kita sudah berubah, sudah hampir 3-4 bulan tidak ketemu melalui kajian-kajian seperti ini. “Alhamdulillah meski suasana Covid-19 kita sudah berusaha untuk menyiasati sehingga kita berusaha untuk mengisi sisa-sisa umur kita dengan hal-hal yang bermanfaat, salah satunya adalah ngaji, minimal mendengar selesai shalat Shubuh. Ini sudah menjadi gerakan lama yang di laksanakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya. Alhamdulillah Masjid Al Muttaqin bersedia disafari untuk didatangi,” ucapnya.

“Jadi, sekarang kita sudah ditahun 1442 H, tidak terasa umur kita sudah bertambah atau berkurang. Kalau anak muda bilang bertambah kalau orang tua bilang berkurang. Yang jelas umur bertambah jatah hidup kita berkurang, apa maknanya? Langkah kita kepada titik akhir kehidupan didunia makin hari makin mendekat, orang mengumpamakan umur manusia itu seperti es batu yang diletakkan di suhu yang normal, apa yang terjadi Bapak/Ibu, mencair, itulah umur kita,” papar dia.

Masih kata Jufri, ada juga yang mengumpamakan umur kita ini seperti lilin yang dibakar, pelan tapi pasti, apanya yang habis? Lilinnya habis dibakar oleh api, itulah umur kita. Maka orang yang baik, orang yang cerdas adalah orang yang mampu mensikapi perjalanan hidupnya dengan diisi hal-hal yang bermakna. Buat kehidupan dirinya dan juga buat kehidupan orang lain. Maka, nabi tadi mengatakan bahwa sebaik-baik umur manusia adalah orang yang umurnya panjang baik amal perbuatannya, orang yang buruk orang yang umurnya panjang tetapi buruk amal perbuatannya. Hadits ini memberitahukan kepada kita tentang pilihan, kita milih mau menjadi orang kafir atau menjadi orang beriman.

“Dalam surah Al Kahfi Allah Subhaanahuu Wata’ala berfirman Audzubillahi minasysyaithaanirrajiim, Alhaqqu mirrabbikum, kebenaran itu datangnya dari tuhanmu, Islam itu datangnya dari Allah, Faman Syaaa Fal yukmin, yang mau beriman silahkan, Waman Syaaa falyakfur, yang mau kafir silahkan, bebas Pak,” katanya.

“Penduduk bumi ini kurang lebih tujuh miliar Pak, yang islam Pak, yang mengucapkan Asyhadu allaa ilaahaillallah waasyhadu anna muhammadarrasulullaah itu 1,7 sampai 2 miliar lah. Berarti yang sisanya berapa Pak/Buk, 5 miliar, berarti banyak yang kafir, karena banyak yang kafir kita tidak usah mendaftarkan diri menjadi orang kafir lagi. Sudah banyak anggotanya, carilah anggota yang sedikit karena waqaliilun min ‘ibadiyasysyakuur, sungguh sangat sedikit hambaku yang mau bersyukur,” tegasnya. (Habibie/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here