Silaturahmi dan Kuliah Sejarah ke Prof Aminudin Kasdi

0
198
Prof Aminudin Kasdi (kanan) dikunjungi Choirul Anam, Andi Hariyadi, dan Yudha. (Andi/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – “Meski ada kesibukan dari masing-masing tim penulisan sejarah Muhammadiyah Surabaya, kami tetap berusaha meluangkan waktu untuk bersilaturahmi ke rumah Prof Aminudin Kasdi.” Demikian disampaikan Choirul Anam yang sering dipanggil Ki Anam, salah satu tim penulisan sejarah Muhammadiyah Surabaya, saat berkunjung ke rumah sejarawan Prof Aminudin Kasdi pada Kamis (4/3/2021).

Di samping konsultasi, dia menyatakan juga mendapat kuliah tentang sejarah dan budaya Nusantara. Hal ini ada keterkaitan bagaimana dakwah Muhammadiyah di awal berdirinya bersinggungan dengan persoalan TBC (tahayul, bidah, kurafat).

Choirul Anam menerangkan, Prof Aminudin tetap produktif menulis meski berada di kursi rodanya. Beberapa karya beliau berupa buku dihadiahkan kepadanya dengan judul “PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G-30S/PKI” dan “Kepurbakalaan Sunan Giri”.

“Bisa silaturahmi dan kuliah dari penulisnya sendiri merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk menambah wawasan kita,” ujarnya.

Andi Hariyadi dan Yuda, tim penulis sejarah Muhammadiyah Surabaya yang turut bersilaturahmi bersama Choirul, merasa puas atas “kuliah” yang berlangsung hampir 2 jam itu.

Menurut Andi Hariyadi, sekretarisTim Penulisan Sejarah Muhammadiyah Surabaya, pertemuan ilmiah terkait sejarah yang disampaikan langsung oleh Prof Amin disertai buku-buku referensi menjadikan diskusi semakin hidup. Lebih-lebih didukung kemampuan beliau yang memang pakar di bidangnya.

“Banyak hal yang dipaparkan beliau, mulai kerajaan Jawa pra-Islam hingga kerajaan Islam, beserta situs peninggalannya. Begitu juga pemikiran pemikirannya,” jelas Andi.

Bagi Andi, Prof Amin tidak hanya menguasai sejarah tempo dulu, tetapi lebih dari itu juga mampu melakukan interpretasi persoalan budaya dan politik kekinian.

Pada kesempatan itu, Andi Hariyadi bertanya, apa yang melandasi KH Ahmad Dahlan setelah mendirikan Muhammadiyah sering berdakwah ke Surabaya? Prof Aminudin menjawab banyak faktor yang melatarbelakangi KH Ahmad Dahlan berkunjung ke Surabaya.

“Di antaranya masih kuatnya tradisi kejawen sebagai budaya dan aliran tarekat sebagai paham keagamaan dan KH Ahmad Dahlan dalam dakwahnya penuh kesantunan dan keteladanan,” tutur Andi mengutip penjelasan Prof Amin. (AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here