Siswa Mimdatu Komplet Borong Juara I, II, dan III di Ajang Tapak Suci Competition

0
222
Rendi Antasari yang meraih juara pertama. (Reza/Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – MI Muhammadiyah 27 Surabaya (Mimdatu) kembali panen prestasi. Tiga muridnya berhasil membawa pulang tiga trofi sekaligus pada kategori seni dan fighter dalam acara Surabaya Tapak Suci Competition (SAC) 2020 Se-Jawa Timur.

Lomba tersebut diadakan oleh Muhammadiyah Boarding Area Sport Art and Sains (MBA Spratans), Senin-Rabu (10-12/2), di Kazza Mall Surabaya. Acara itu diikuti sekitar 1.250 peserta se-Jawa Timur, mulai tingkat TK hingga mahasiswa.

Siswa Mimdatu 1 atas nama M. Aidil Putra meraih juara III kategori lomba seni. Sedangkan dua lomba kategori fighter masing-masing diraih Rendi Antasari sebagai juara I dan Nabila Syahnez Putri Fachrudiansyah sebagai juara II.

Aidil mengatakan, ada rasa bahagia dan sedih. “Rasa sedih karena tidak bisa memperoleh juara I. Saya juga bangga meskipun hanya mendapat juara III. Bangga karena bisa mengharumkan nama sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Bella, sapaan akrab Nabila Syahnez Putri Fachrudiansyah, juga mengaku amat senang bisa mendapat juara II. “Senang sekali rasanya dan tidak menyangka bisa mendapat juara II,” ucapnya.

Di sisi lain, Rendi mengatakan sangat tidak menyangka bisa mendapat juara I. “Iya, aku sendiri juga tidak menyangka bisa juara I. Sempat ada rasa khawatir soalnya lawannya jauh lebih hebat dari aku,” kata dia.

Pembina ekstrakurikuler Tapak Suci Nizam menyampaikan bahwa ini hasil yang luar biasa. “Sebelumnya saya sudah melatih mereka, jadi tinggal meneruskan. Mereka latihan pada Sabtu dan Minggu pagi di halaman Masjid Baitulrahman,” ujarnya.

“Saya bersyukur dan senang dengan prestasi yang diraih tiga anak didik saya. Teruslah belajar, jadikanlah ini pengalaman bagi kamu. Jika gagal, coba lagi. Intinya adalah belajar,” katanya.

Sementara itu, diwawancarai Klikmu.co melaui WhatsApp, Ach. Jamaludin sebagai ketua pelaksana kegiatan SAC menyatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah bukan juaranya, tapi pembentukan karakter yang dibina dari TK sampai dewasa.

“Mereka memahami makna dari pertandingan. Ada menang ada kalah. Dengan iman dan akhlaq kami menjadi kuat, tanpa iman dan akhlaq kami menjadi lemah. Itu prinsip moto dari Tapak Suci dan kejuaraan SAC ini,” tuturnya. (Reza Rachmatika/Habibie/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here