Siswa Sekolah Kreatif Geruduk Tambak Bandeng, Ingin Tahu Cara Merawat Hewan

0
427
Salah seorang murid berhasil menangkap bandeng. (Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – Bel sekolah berbunyi tepat pukul 07.30. Murid kelas 2 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya langsung berbaris rapi di depan kelas masing-masing. Lalu, mereka bersiap-siap menuju bemo yang sudah menunggu di halaman sekolah.

Rabu itu (19/2/2020), murid kelas 2 mengadakan kegiatan outdoor ke tambak bandeng di kawasan Keputih, Sukolilo, sebagai aktualisasi salah tema pembelajaran di kelas mereka.

Meski jarak yang ditempuh cukup jauh dan hanya menggunakan armada bemo, hal ini tidak sedikit pun mengurangi semangat anak-anak. Bahkan, mereka tampak tidak sabar segera sampai di tambak bandeng yang mungkin sudah membayang-bayangi pikiran mereka sejak beberapa hari sebelumnya.

Tiba di lokasi, para murid berbaris rapi melewati jalan setapak di sisi tambak yang becek karena guyuran air hujan. Tidak sedikit di antara para murid itu yang memilih melewati kubangan air sambil menjinjing sandal yang mereka bawa. Ada juga yang memilih melompat dari batu ke batu untuk menghindari genangan.

Di tepi tambak, koordinator kegiatan Kusnan Hadi langsung membagi anak-anak dalam kelompok yang masing-masing terdiri atas 10. Mereka bergantian turun ke tambak menangkap ikan bandeng. Kesan pertama yang tertangkap dari raut wajah mereka adalah jijik dengan bau dan hitamnya lumpur tambak.

“Ah bau, Ustadz,” teriak Hilal, siswa kelas 2 Bromo, sambil berjingkat menapakkan kakinya ke dalam lumpur. “Eh, tapi enak sih. Aku gak takut. Rek ayo rek, njebur,” lanjutnya kegirangan. Sembilan temannya pun segera menyusul di belakang.

“Yee… Aku dapat ikan bandengnya,” teriak Hafizi gembira sambil mengangkat ikan hasil tangkapannya. Tak mau kalah dengan Hafizi, teman-teman lainnya pun bersemangat menunjukkan hasil tangkapan masing-masing.

Setelah murid laki-laki sukses menangkap beberapa ikan, siswa perempuan menyusul turun ke tambak menangkap bandeng yang memang sudah dipersiapkan oleh pemilik tambak. Para srikandi kelas 2 tersebut menyisir tambak dengan kedua tangannya dibenamkan ke dalam lumpur. Bau dan kotor lumpur tambak pun tak lagi mereka hiraukan.

Belum lima menit menyusuri tepian tambak, Zharfan dari kelas 2 Jayawijaya berhasil mendapatkan seekor bandeng yang lumayan besar. “Ustadzah, lihat, aku juga dapat,” teriaknya girang sambil menunjukkan bandeng kepada ustadzah yang sudah siap di tepian tambak dengan kresek besarnya untuk menampung hasil tangkapan mereka.

Di sela membersihkan pakaian kotor siswa seusai menangkap ikan, Yulianah, wali kelas 2 Bromo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan aplikasi pembelajaran dari subtema “Merawat Hewan”. Selain mengajari cara merawat hewan dan mencintai alam, tujuan pembelajaran itu adalah mengajak anak-anak untuk merasakan langsung perjuangan para petani tambak dalam memenuhi salah satu kebutuhan masyarakat akan pangan.

“Dengan merasakan langsung seperti ini, anak-anak diharapkan lebih bisa mensyukuri, memanfaatkan, dan menikmati hewan yang Allah sediakan sebagai bahan makanan pelengkap gizi sehari-hari,” jelasnya.

Secara terpisah, Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya Muhammad Ain menambahkan, banyak yang perlu dialami langsung agar anak-anak mendapatkan pemahaman yang utuh atas apa yang mereka pelajari. “Dengan terjun langsung ke lapangan, anak-anak akan mendapatkan pelajaran yang lebih berharga, mengena, dan bermakna karena bersentuhan langsung dengan objek yang dipelajarinya,” katanya. (*/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here