Siswa-Siswi Kelas 6 Sekolah di Surabaya ini Gelar Fathonah di Pondok Pesantren, Maksudnya?

0
278
Foto kegiatan diambil dari dokumen sekolah

KLIKMU.CO- Ratusan siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 18 Surabaya mengikuti serangkaian kegiatan FATHONAH “Fastabiqul Khoirot Wal Amanah” dengan mengangkat tema Mencetak Generasi Muda Qurani dan Entrepreneur yang digelar selama 2 hari, pada hari Jumat-Sabtu (7-8/2) yang bertempat di Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI, Mojokerto, Jawa Timur.

Kedatangan seluruh siswa kelas 6, guru dan panitia mendapat sambutan yang hangat dari seluruh asatidzah hingga beberapa santri. Mereka langsung berkumpul di ruang Auditorium untuk melakukan upacara pembukaan.

Pembukaan langsung dipimpin oleh Ust. Saikhu Abdul Amin, S.S., M.Pd.I selaku dewan pengurus yayasan eLKISI dan beberapa asatidzah dari SD Muhammadiyah 18 Surabaya. “InsyaAllah, semoga kegiatan selama kurang lebih 2 hari ini nanti akan membawa manfaat bagi anak-anak sekalian serta mampu menghafal Al-Quran dan Hadits” ucap nya.

Seluruh siswa kelas 6 ini terbagi menjadi 2 kelompok putra dan putri yang akan terbagi lagi beberapa kelompok kecil untuk menempati tiap-tiap kamar para santri yang ada di masing-masing pondok pesantren putra dan putri.

Tidak hanya melakukan kegiatan sebagai santri pada umumnya yaitu ketika mulai dari bangun shalat tahajud, kemudian shalat shubuh dan kegiatan lainnya hingga waktu istirahat malam. Seluruh siswa kelas 6 juga mendapat pembelajaran seputar motivasi untuk mengembangkan kemampuan dalam diri. Mereka juga mendapat pembelajaran seputar Tahfidh Maudlu’i (hafalan tematik ayat dan hadits) dan penguatan adab-adab islami.

Tahfidh Maudlu’i langsung disampaikan oleh Ust. Ali Murtadlo dengan membimbing seluruh siswa serentak membaca hadits pahala menunjukkan kebaikan kepada orang lain HR. (Muslim) dan Q.S Luqman : 14

“Alhamdulillah, diberikan kemudahan menghafalkan hadits tersebut” ungkap Nada Savaira Safitri, salah satu siswi yang cepat menghafal hadits.

Selain itu, seluruh siswa juga menikmati beberapa permainan outbond yang asyik, seru dan menyenangkan. Mereka juga mendapat kesempatan untuk melihat-lihat suasana di sekitar pondok pesantren.

“Kami juga diajak untuk melihat-lihat beberapa amal usaha yayasan eLKISI ini dan sekaligus nantinya dapat melatih jiwa entrepreneur kita, dari membuat roti, melihat proses pembuatan air minum (Aslim) dan masih banyak lainnya” terang Macika Balqis Aretha,

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI memang juga diketahui telah menyiapkan kader-kader muslim yang siap berdaya saing global dan bermanfaat untuk umat. Adanya beberapa amal usaha, seperti ada air minum (Aslim), Rumah Roti Sehati yang memproduksi roti secara rumahan (homemade) dan mengembangkan bakat dari para santriwati. Tidak ketinggalan mereka juga memiliki usaha eLKISI Mart (eLMART) yang menjual berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan santri setiap harinya.

“Seluruh kakak-kakak disana juga sangat baik, mereka sangat terbuka pada kami semua, mengajari kami banyak hal dan saling mengingatkan.” Kata Sayyidah Tsabitah, yang akrab disapa Bita ini juga mengaku merasa nyaman dan senang.

Akhir acara pun berlangsung di Auditorium, ada beberapa agenda, diantaranya penutupan kegiatan, pengumuman siswa “pejuang tangguh”, foto bersama dan pemberian kenang-kenangan.

Acara penutupan ini langsung dihadiri oleh Cahyo Iswahyudi, S.Pd selalu kepala sekolah SD Muhammadiyah 18 Surabaya dan Ust. Hisbul Umam.

Ust. Hisbul Umam menyampaikan dalam akhir pidatonya, bahwasannya untuk membiasakan anak-anak tetap dalam ranah kebaikan, tetap santun pada adab-adab islam maka pentingnya seorang guru untuk terus mendampinginya. Pendampingan dimaksudkan, agar anak-anak tetap dalam koridor kebaikan yang akan berlaku terus-menerus. (Mitha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here