Siswa SMAMSA Kunjungi Kampung Muhammadiyah di Yogyakarta

0
742
Siswa-siswi SMAMSA berfoto di depan Masjid Gede Yogyakarta. (Alfian/Klikmu.co)

KLIKMU.CO –  Ada yang berbeda dari kegiatan tengah semester (KTS) SMA Muhammadiyah 1 Surabaya (SMAMSA) tahun ini. Kali ini KTS mereka adakan di Yogyakarta pada Kamis-Jumat (23-24/1). Para siswa berangkat dari sekolah sekitar pukul 07.00.

Tujuan utama KTS ini adalah Benteng Vredeburg. Di benteng ini ada empat diorama yang menceritakan kepahlawanan Indonesia.

Selanjutnya, siswa mengunjungi pusat perbelanjaan tradisional Yogyakarta, yaitu Malioboro. Di pusat perbelanjaan tradisional itu dijual pernak-pernik kerajinan khas Yogyakarta, seperti gantungan kunci, T-shirt khas Yogya, blangkon, dan baju tradisional Yogyakarta.

Pada hari kedua, siswa mengunjungi Karangkadren, tempat dimakamkannya KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Di sini anak-anak juga mendapat wawasan tentang perjuangan KH Ahmad Dahlan.

Kunjungan selanjutnya dilakukan di Kampung Kauman atau dikenal sebagai Kampung Muhammadiyah. Di situ anak-anak mengunjungi makam Nyai Ahmad Dahlan atau yang dikenal sebagai Nyai Walidah.

Guru kemuhammadiyahan Alfian SPd menyatakan, tujuan siswa diarahkan ke sini adalah mengajak siswa untuk mengetahui latar belakang perjuangan Nyai Walidah. Siswa, lanjut dia, juga bisa mengetahui secara langsung tempat tinggal serta tempat Nyai Walidah saat melakukan kegiatan pembelajaran bagi kaum wanita.

“Di Kampung Kauman, para siswa diberi tugas untuk melakukan wawancara kepada para penduduk mengenai seputar perkembangan Muhammadiyah dan mencari informasi seputar kegiatan di Masjid Gede dan Langgar Kidul,” kata Alfian.

“Kegiatan siswa ini mengajarkan perjuangan dan sikap sabar. Sebab, lokasi yang ditempuh tidak terlalu luas sehingga menuju lokasi dengan berjalan kaki,” ujarnya.

Karena kunjungan ini bertepatan dengan hari Jumat, siswa juga dapat melaksanakan shalat Jumat di Masjid Gede Kauman. Tujuan akhir KTS siswa adalah Keraton Yogyakarta. Namun, berhubung ada acara dari pemerintah setempat, keraton batal dikunjungi. (Yulianti/Alfian/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here