Soal Pasar Muamalah, Muhammadiyah Berbeda Sikap dengan Pemerintah

0
145
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas. (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah menangkap dan menjadikan tersangka pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi. Selain menjadi pendiri pasar yang berada di Beji, Depok, Jabar, itu, dia juga dianggap mengatur nilai tukar uang dirham dan dinar.

Zaim Saidi dianggap melanggar pasal 9 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP dan pasal 33 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Kasus itu pun mendapat tanggapan luas dari masyarakat. Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengajak semua pihak bersikap bijak dalam merespons kasus Pasar Muamalah di Depok yang bertransaksi menggunakan dinar dan dirham.

Baginya, kasus itu sejatinya tidak menjadi persoalan jika dalam membeli emas atau perak, alat barternya menggunakan mata uang rupiah.

“Saya rasa tidak ada masalah karena untuk membuat komoditas dinar dan dirham tersebut mereka juga telah membelinya terlebih dahulu dengan mempergunakan rupiah,” katanya dalam keterangannya, Senin (8/2/2021).

Abbas mengungkapkan, dinar dan dirham yang digunakan di Pasar Muamalah bukanlah mata uang dari suatu negara. Melainkan berupa koin emas dan perak yang dibeli dari PT Antam dan pihak lain dengan menggunakan rupiah.

“Sehingga persoalan ini seharusnya ditanggapi secara bijak,” tandas dia.

Abbas juga sepakat, sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya setiap orang menghindari transaksi dengan menggunakan mata uang asing di negeri sendiri. Bank Indonesia juga telah membuat aturan soal itu.

Karena itu, turis asing yang berbelanja juga harus menggunakan mata uang rupiah sebagai alat transaksi. “Jika ada turis yang mau berbelanja, tapi tidak punya rupiah dan hanya punya US dolar atau euro atau yen, mereka harus menukarkannya terlebih dahulu ke dalam rupiah,” tuturnya. (AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here