Stikes Muhammadiyah Sidrap Terjunkan Tim Medis ke Lokasi Gempa

0
154
TIm medis dari Stikes Muhammadiyah Sidrap di lokasi gempa di Sulbar. (Foto dari web Stikes Muhammadiyah Sidrap/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Stikes Muhammadiyah Sidrap membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Majene, Sulawesi Barat, Jumat pekan lalu (15/1/2021). Tim medis yang terjun di lapangan terdiri atas dosen dan mahasiswa dari Stikes Muhammadiyah Sidrap.

Ribuan pengungsi dari dua kecamatan di Kabupaten Majene dilaporkan mulai mengalami kesulitan makanan lantaran daerah mereka terisolasi pascagempa berkekuatan magnitudo 6,2, itu. Dosen yang terjun ke lapangan, Suparta, mengatakan bahwa akses jalan ke Kabupaten Mamuju sudah bisa dilalui kendaraan setelah tertimbun bebatuan karena gempa.

Tim medis dari Stikes Muhammadiyah Sidrap melakukan kerja-kerja nyata. Antara lain pengobatan medis dan membantu warga dalam mengevakuasi korban akibat gempa dan longsor.

Sementara itu, evakuasi korban yang diyakini masih berada di bawah reruntuhan di Mamuju terus dilakukan. “Selain itu, ada beberapa titik longsor di Kabupaten Majene adalah longsor tiga titik di sepanjang jalan poros Majene-Mamuju, akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.

Total korban meninggal akibat gempa pada Jumat lalu itu (15/1/2021) sebanyak 46 orang. Masing-masing di Kabupaten Majene 9 orang dan Kabupaten Mamuju 37 orang. Sementara total korban luka mencapai 826 orang.

“Sejak kemarin hujan deras, sehingga banyak masalah yang sekarang dihadapi pengungsi yang ada di gunung. Mereka kekurangan tenda, selimut, dan lain-lain. Banyak yang sakit tidak mendapat perawatan, karena puskesmas di Kecamatan Ulumanda, khususnya yang ada di gunung itu, roboh. Tidak ada aktivitas,” terangnya.

Kecamatan Malunda merupakan salah satu daerah yang terdampak parah akibat gempa bumi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Malunda berada di dekat episentrum gempa bumi bermagnitudo 6,2.

Kepala Desa Maliaya di Kecamatan Malunda, Masri, mengatakan, gempa telah menewaskan seorang warganya dan memorak-porandakan sejumlah rumah. menurut Masri, 1.600 warga dari enam dusun di Desa Maliaya kini mengevakuasi diri ke tempat ketinggian. Warga mengungsi ke perbukitan di belakang permukiman dan mendirikan tenda darurat.

Kondisi tak jauh berbeda terjadi di Desa Mekkata, Kecamatan Malunda. Wilayah ini juga mengalami dampak parah akibat gempa bumi. Ayu, warga setempat, mengatakan bahwa lima warga Mekkatta meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa berlangsung. Satu di antaranya Kepala Desa Mekkata Kasman Kabir.

“Banyak rumah rusak, rusak semua, ndak ada lagi yang utuh. Di Dusun Aholeang, hilang sebagian rumah karena longsor,” ungkapnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here