Study Aplikatif Di Hutan Mangrove, Inilah Fortasi Ala SMP Muhammadiyah 13 Kota Surabaya

0
70
Peserta didik baru SPEMGALAS mendapat materi tentang jenis mangrove dari Dinas Pertanian Kota Surabaya di Taman Wisata Mangrove Wonorejo

KLIKMU.CO – Taman Wisata Mangrove Wonorejo Dinas Pertanian Kota Surabaya
dijadikan wahana Forum Orientasi dan Ta’aruf Siswa Baru (Fortasi) SMP Muhammadiyah 13 Kota Surabaya (SPEMGALAS).

Para siswa diajarkan untuk lebih mencintai lingkungan dan lebih mengenal lingkungan sekitar.

Sekitar 55 siswa kelas 7 didampingi anggota IPM dan guru melakukan kunjungan ke kawasan konservasi mangrove Wonorejo Dinas Pertanian Surabaya, Rabu (18/7).

Dalam kegiatan itu peserta didik baru dikenalkan jenis tanaman mangrove, pembelajaran tata cara persemaian dan pembibitan, penanaman, dan pembuatan herbarium mangrove.

Menurut Sofyanda Atmadja,
Ketua Panitia FORTASI SPEMGALAS kegiatan itu bertujuan untuk memperkaya pengetahuan, wawasan dan keterampilan peserta didik mengenai hutan mangrove. Bahwa hutan mangrove sendiri difungsikan untuk menahan abrasi dari ombak laut.

Kata Sofyanda, hutan mangrove selain sebagai tempat wisata dapat dijadikan sebagai sumber belajar (tempat praktik sekolah di luar lingkungan sekolah).

“Hutan mangrove sebagai sumber belajar lingkungan alam memberikan kebenaran informasi yang lebih akurat, karena peserta didik dapat mengalami secara langsung dan dapat mengoptimalkan kegiatan observasi dengan potensi panca inderanya terhadap objek yang diamati,” tambahnya.

Pada kegiatan pengenalan jenis mangrove, lanjut Sofyanda peserta didik diminta mengambil dan mengamati satu jenis flora mangrove yang kemudian dibuatkan herbarium dari jenis yang ditemukan tersebut.

“Masing-masing peserta didik mengidentifikasi flora mangrove dengan jenis yang berbeda. Terdapat 26 jenis mangrove yang terkumpul dan diambil sampelnya untuk herbarium,” jelasnya.

Kegiatan selanjutnya adalah pembibitan tanaman mangrove. Dalam kegiatan ini jenis tanaman mangrove yang digunakan adalah Rhizophora mucronata (bakau hitam).

“Pembibitan dilakukan dengan cara menanamkan propagul (buah mangrove yang telah mengalami perkecambahan) ke polybag atau cangkir plastik yang telah berisi media tanam,” imbuh Sofyanda.

Sementara itu, Haidar peserta didik baru asal Tambak Segaran itu,mengaku sangat senang dan terkesan bisa berkunjung dan mengenal banyak tanaman mangrove, selain itu bisa berwisata di alam bebas. (Roz/Dul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here