Subhanallah… Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Selama Sebulan Tembus 1.000 Lebih

0
172
Tim pemulasaraan jenazah saat memakamkan jenazah di Surabaya. (Andi/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Kasus Covid-19 beserta angka kematian yang dimakamkan sesuai protokol kesehatan Covid-19 di Surabaya mengalami kenaikan selama sebulan terakhir ini.

Bahkan, MCCC Kota Surabaya yang menerjunkan relawannya ke pemulasaran jenazah di Keputih Surabaya, melaporkan bahwa sejak 29 Juni – 25 Juli 2021, setidaknya ada 1.002 jenazah yang dilakukan pemulasaran sesuai protokol Covid-19.

Sekretaris MCCC kota Surabaya Andi Hariyadi menjelaskan bahwa ada sebanyak 25 relawan MCCC Surabaya yang diterjunkan untuk membantu mengurusi pemulasaran jenazah di Keputih Surabaya. Mereka bekerja keras demi misi kemanusiaan.

“Belum sampai sebulan, tepatnya mulai 29 Juni – 25 Juli 2021, ada sekitar 1.002 jenazah yang dilakukan pemulasaran jenazah di Keputih, Surabaya. Jadi, teman-teman relawan benar-benar bekerja keras untuk membantu,” kata Andi.

Tingginya angka kematian di Surabaya, baik sebelum maupun setelah diberlakukannya PPKM Darurat, membuat MCCC Kota Surabaya berkoordinasi dengan MCCC Cabang. Mereka meminta bantuan untuk mengirimkan relawan tambahan.

“Jadi, MCCC Surabaya berkoordinasi dengan MCCC Cabang untuk segera mengirim bantuan relawan muda sebagai tenaga pemulasaran jenazah Covid-19 di Krematorium Pemakaman Keputih Sukolilo Surabaya, makanya insyallah kita akan segera tindaklanjuti,” tegasnya.

Tentunya, banyak pengalaman yang didapatkan oleh para relawan MCCC Surabaya ini. Salah satunya yang dialami oleh Ibu Dewi, salah satu modin perempuan yang energik dan saat ini masih menjabat sebagai Majelis Kesehatan Ranting Aisyiyah Keputih.

Ia mengaku merawat jenazah Covid-19 merupakan pengalaman baru bagi dia. Sebab, harus menggunakan APD lengkap dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Di hari pertama sampai ketiga, masih ada belasan jenazah yang saya rawat, setelah itu sudah tidak terhitung karena saking banyaknya jenazah yang terus berdatangan. Jenazah Covid-19 itu mulai dari orang yang muslim sampai yang non muslim, jadi pengalaman baru banget bagi saya,” kata Ibu Dewi.

Pengalaman yang sama dialami oleh Fitri dari Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Surabaya. Ia menyampaikan bahwa pengorbanan para relawan MCCC Surabaya itu sangat luar bisa, bahkan tidak mengenal waktu, karena setiap saat terus melayani pemulasaraan.

“Kita hanya bisa berdoa semoga pandemi ini bisa segera berakhir dan kita semua tetap sehat supaya bisa melayani jenazah Covid-19, ini demi kemanusian,” pungkasnya. (RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here