Sudah Jadi “Bus Tingkat”, MIM 1 Kota Probolinggo pun Miliki “Sopir” Baru

0
392
Hanafi saat dikukuhkan sebagai kepala MIM 1 Kota Probolinggo. (Istimewa/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Bertempat di halaman sekolah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Probolinggo mengukuhkan Hanafi sebagai kepala MI Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo periode 2020–2024, Sabtu (15/8/2020).

Drs Sunardi MM, ketua Majelis Dikdasmen, menyampaikan bahwa kemajuan suatu lembaga itu 50 persen ditentukan oleh kepala sekolahnya. Di samping bisa memberikan suri tauladan, lanjut dia, kepala sekolah juga harus mampu berinovasi. Terlebih, saat ini pandemi masih belum selesai sehingga menjadi tantangan tersendiri.

“Diperlukan metode-metode yang tepat, baik melalui daring maupun luring, agar seluruh siswa dan wali murid merasa haknya terpenuhi terkait proses pembelajaran yang dilakukan oleh pihak sekolah. Seorang kepala sekolah juga mampu merealisasikan program-program yang telah terencana sesuai dengan visi dan misi sekolah, sedangkan 50 persen lainnya tergantung kepada guru, karyawan, termasuk stakeholder di dalamnya, kekompakan, kebersamaan merupakan kunci yang utama untuk meraih itu semua,” paparnya.

Menurut Sunardi, ada 3 “A” yang harus bisa dilakukan oleh kepala sekolah. Pertama, bekerja seperti api, yaitu bekerja tuntas, jangan setengah-setengah. Baru kalau selesai lakukanlah evaluasi untuk perbaikan pada tahun berikutnya.

Kedua, bekerja seperti air, yaitu selalu mengalir, dingin, dan dibutuhkan oleh manusia. Sekalipun ada yang merongrong, baik dari dalam maupun dari luar, dengan istilah sekalipun ada orang yang membuang kotoran. Kalaulah air itu selalu mengalir, kotoran itu akan hilang dengan sendirinya,” jelasnya.

Bahkan bisa jadi kotoran itu akan menjadi pupuk yang membuat sekolah semakin termotivasi. Namun, janganlah menjadi air yang diam. Sebab, kalau diam berarti tidak bisa menyelesaikan masalah justru malah berbuat masalah.

Ketiga, bekerja seperti angin. Artinya, seorang kepala sekolah harus selalu ada di semua lini. Karena itu, saat ada hal-hal yang guru perlu penjelasan lebih lanjut, kepala sekolah dengan mudah memberikan penjelasan tentang hal yang dimaksud. “Sehingga akan tercipta kenyamanan dan kejujuran,” katanya.

Drs H Masfu’ MSi, ketua PDM Kota Probolinggo, menyampaikan bahwa keberadaan MI Muhammadiyah 1 semakin mendapat kepercayaan masyarakat. Terbukti dengan adanya pertambahan siswa setiap tahun. Bahkan tahun 2020 ini siswanya sudah mencapai 942 anak.

“Jumlah ini merupakan yang terbanyak tingkat SD/MI se-Kota Probolinggo. Kalau diibaratkan bus, MI ini sudah bukan bus biasa, akan tetapi sudah bus tingkat untuk ukuran Kota Probolinggo, yang memerlukan seorang sopir yang benar-benar ahli dalam mengemudinya,” terangnya. (Hanafi/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here