Sudah Kali Ke-4, SMP Muhammadiyah 2 Taman Kirim Siswanya ke Pesantren Kilat di Lamongan

0
1059
Para murid SMP Muhammadiyah 2 Taman mengikuti Pesantren Kilat di Ponpes Karangasem Lamongan.

KLIKMU.CO – Di zaman yang semakin berkembang ini, saat teknologi telah mengalami kemajuan yang begitu pesat, diikuti dengan kecepatan akses informasi yang begitu masif, dibutuhkan pengetahuan pendidikan karakter (character education) atau membangun karakter (character building). Terutama untuk para remaja dalam masa pertumbuhannya dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral dan spiritual.

Itulah yang kini menjadi perhatian SMP Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo dan Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran Lamongan. Dalam upaya membangun karakter pada diri siswa, pihak SMP M 2 Taman memercayakan peserta didiknya kepada tenaga pendidik Ponpes Karangasem untuk dibina dan dididik dalam serangkaian kegiatan Pesantren Kilat yang diselenggarakan pada 24-30 Oktober.

Pesantren Kilat merupakan agenda tahunan SMP M 2 Taman dan tahun ini merupakan kali ke-4. Itu artinya, kedua lembaga sudah menjalin MoU selama 4 tahun dan terus berlanjut hingga beberapa tahun kedepan.

Kegiatan Pesantren Kilat ini diselenggarakan 2 gelombang. Gelombang I dimulai dari tanggal 24-27 dengan jumlah peserta 84 dengan komposisi 36 putra dan 48 putri, dan gelombang II dimulai tanggal 27-30 Oktober.

Dalam sistem Pesantren Kilat, Hasan Ubaidillah selaku ketua unit pondok menjelaskan bahwa seluruh peserta Pesantren Kilat nanti disamakan dengan santri dalam segala aspek. “Seluruh peserta Pesantren Kilat dapat belajar dan merasakan langsung bagaimana menjadi santri Ponpes Karangasem. Mereka kami setarakan dengan santri, jadi peraturan dan tata tertib harus diperhatikan. Jika melanggar, maka akan kena disanksi,” tegasnya ketika ditemui Klikmu.co.

Dalam sambutan pembukaan pesantren kilat, dia berpesan kepada seluruh peserta bahwa hidup di pesantren tidak sama dengan hidup seperti biasanya. Di pondok, seluruh peserta harus siap hidup apa adanya, dilarang mengeluh, dan bahu-membahu dalam kebaikan.

“Seluruh peserta harus siap hidup dalam kesederhanaan. Tidak mudah mengeluh walau apa yang diinginkan tak tersedia di sini. Maka, saling membantu di antara kalian adalah salah satu kunci untuk mencapai kebahagiaan itu sendiri,” ujarnya.

Untuk teknis pelaksanaan, pihaknya telah menyiapkan segalanya, mulai materi, konsumsi, hingga pengawasan. Sebab, pihak Ponpes Karangasem di sini hanya sebagai fasilitator atas program tersebut. “Kami hanya memfasilitasi peserta. Jadi, sebenarnya pihak SMP yang meminta kepada kami agar dibuatkan program Pesantren Kilat, lantas kami mengamini dan memberikan fasilitas kepada mereka, dan tentu sesuai dengan kesanggupan kami,” ungkapnya.

Senada dengan Hasan Ubaidillah, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Taman Gatot Krisdianto juga memberikan wejangan kepada peserta didiknya agar mengikuti arahan dan seluruh kegiatan Pesantren Kilat. “Saya berpesan kepada kalian agar selalu mengikuti seluruh kegiatan, me-manage waktu, menaati peraturan dan tata tertib, dan yang utama pula mengikuti jadwal materi pesantren kilat,” ujarnya, ditutup dengan mendoakan peserta didiknya agar menjadi anak yang memiliki akhlak, kepribadian, dan moral yang shalih.

Untuk mencapai pembentukan karakter yang diinginkan pada seluruh peserta, di samping mendapat pengawasan 24 jam, para peserta Pesantren Kilat pun mendapatkan 12 materi yang di dalamnya memuat akidah, akhlak, ibadah, muamalah, hingga tafsir Alquran. Salah satunya tentang larangan mempersekutukan Allah dan birrul waalidain (Q.S Luqman: 13-14).

Tidak hanya SMP M 2 Taman yang pernah bertandang untuk melaksanakan kegiatan Pesantren Kilat di Ponpes Karangasem. Lembaga lain seperti SD M 11 Surabaya, SD M 1 Lamongan, hingga Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya pun pernah melaksanakan kegiatan serupa. (*/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here