Sudahkah Kita Berkomitmen?

0
154
Ilustrasi diambil dari pathfinder-relocation.com

KLIKMU.CO

Oleh Bobi Puji Purwanto*)

Setiap saat perjalanan berangkat atau pulang kerja, saya sering menyaksikan ada banyak sekali orang-orang pekerja yang sedang mendirikan sebuah bangunan. Contoh misal, gorong-gorong, jalan tol, rumah, bahkan sampai warung kopi dengan bahan dasar bambu. Di wilayah Anda, Anda sering melihat itu? Saya pastikan, Anda juga sering melihat hal tersebut saat berangkat maupun pulang kerja.

Waktu itu, saya mencoba untuk menikmatinya betul. Apa sih yang menarik, dan pelajaran apa yang bisa saya dapatkan darinya.

Kemudian, saya mulai melihatnya. Saya melihat ada satu bangunan sederhana yang sudah berdiri kokoh. Bangunan itu adalah warung makan minum. Terbuat dari bahan dasar bambu. Ya, sederhana, tapi corak budayanya begitu cantik. Bangunan itu berdiri di atas sungai kecil dan dikelilingi rerumputan segar. Strategis juga dengan jalan raya. Begitu cantik memang.

Nah, saya ingat, pada saat proses awal pengerjaan hingga sudah berdiri saat ini, saya aktif banget menyaksikan. Hampir setiap saat saya lewat jalan dimana bangunan itu didirikan, mata saya selalu mengarah padanya. Bahkan, saya masih ingat gerakan pekerjanya saat itu. Ya, insya Allah masih ingat.

Lalu, sebenarnya apa yang membuat saya tertarik?

Baiklah. Saya tertarik pada proses pengerjaannya. Kita bisa lihat, dimana saja, ketika ada orang yang bangun rumah katakanlah, mereka mengerjakannya setiap hari. Terus dilakukan. Hitung ini itu, kesana dan kemari. Itu semua dilakukan agar supaya bangunan tersebut bisa segera berdiri sesuai deadline. Dan saat mereka memutuskan untuk beristirahat kerja dengan waktu lama, atau bermalas-malasan, maka proses berdiri bangunan itu akan terhambat. Bisa bisa tidak jadi berdiri. Mangkrak. Bangunan apa saja. Megah ataupun sederhana.

Jadi, saya menemukan nilai komitmen para pekerja disana. Dimana untuk membuat bangunan keberhasilan, kita juga harus demikian. Kita kerjakan secara serius. Kita berdo’a, kita rencanakan, kita analisis, dan kerja keras di lapangan. Dan ketika hal itu dilakukan, maka kesuksesan itu akan berdiri sesuai dengan waktu yang tepat. Dan apabila kita terlalu lama beristirahat, bahka sampai terlena, maka kita bisa tertinggal dari yang lain.

Kita tau, komitmen itu merupakan langkah manajemen yang bagus dan legal dunia. Komitmen akan mengikat kita pada masa depan. Kita percaya bahwa saat kita melakukan pekerjaan dengan baik efisien, maka masa depan juga akan baik efektif. Bukankah kesehatan, kebaikan, keberhasilan, kesuksesan, dan kekokohan jiwa di masa depan itu sangat diharapkan?

Teringat kata Eileen Rachman dan Sylvina Savitri dalam bukunya “Anda Bisa, Menciptakan Masa Depan, Anda Sutradaranya”. Buku motivasi bagus menurut saya. Mengatakan, orang yang komit, yang mempunyai kebiasaan dan keberanian mengeluarkan komitmen, biasanya sadar bahwa ia tengah mengaitkan keadaan sekarang dengan keadaan di masa depan.

Jadi sekali lagi, sudahkah kita berkomitmen terhadap bidang kita saat ini? Jika belum, maka segerlah memutuskan yang terbaik. Insya Allah, Allah bersama orang-orang yang selalu istiqomah di jalan kebenaran. Amin. [*]

Bobi Puji Purwanto, S.Pd. Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PC Pemuda Muhammadiyah Wonokromo, Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here