Suka Duka Guru Mengajar secara Daring

0
774
Abd. Somad, guru SD Muhammadiyah 11 Surabaya, saat belajar daring di rumahnya. (KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Wabah pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berdampak pada banyak sektor, termasuk pendidikan. Aktivitas dunia pendidikan berpindah ke rumah masing-masing. Kegiatan belajar-mengajar (KBM) siswa yang pada mulanya bersama para guru menjadi bersama para orang tua di rumah. Begitu pun dengan guru, yang pada mulanya mengajar di sekolah, jadi mengajar dari rumah.

Kebijakan belajar dari rumah bagi para guru dilakukan untuk mendukung kebijakan social distancing di tengah situasi pandemi yang masih mewabah sampai saat ini demi keselamatan dan memutus mata rantai penularan virus Covid-19.

Kebijakan WFH tentu tidak mudah bagi para guru untuk mengajar siswanya. Banyak kendala yang dihadapi. Salah satu guru SD Muhammadiyah 11 Surabaya, Abd. Somad, ketika ditemui di rumah mengungkapkan berbagai kendala selama proses KBM secara daring,
Senin (15/9/2020).

Selama pembelajaran dengan sistem daring, kata Somad, banyak sekali kendala. Di antaranya, sinyal. Bagi yang tidak berlangganan wifi dengan memakai paket internet jaringannya tidak maksimal. Bisa jadi kuota habis ditengah jalan. Selain itu, pemakaian laptop atau ponsel secara bergantian. Kalau orang tuanya kerja, masih harus menunggu orang tuanya datang baru bisa melaksanakan kegiatan belajar secara daring.

“Kegiatan belajar-mengajar secara daring memang menjadi kendala baik siswa maupun guru. Bagi siswa kurang maksimal dalam menyerap pelajaran yang diajarkan, sedangkan bagi para guru bisa ektra 2 sampai 3 kali kerja jadi memang kurang bisa efektif dan efisien”, ungkap Somad.

“Karena Surabaya mulai masuk zona merah lagi, kami hanya bisa menunggu pihak Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) maupun pemerintah memberikan izin tatap muka seminggu sekali kunjungan ke rumah siswa. Tidak perlu waktu yang lama atau maksimal dua jam untuk me-review supaya tahu sampai sejauh mana pemahaman anak didiknya,” kata Somad.

“Itu sebagai penyeimbang pembelajaran secara daring. Yang tentunya tetap sesuai protokol kesehatan dengan memakai masker, face shield, hand sanitizer, dan jaga jarak. Dari total 28 siswa pun bisa saya bagi menjadi 5 kelompok untuk mengurangi kerumunan siswa,” tambah Somad. (Yuda/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here