Surabaya Layak Jadi Prioritas Vaksinasi Nasional

0
381
Indonews.id

KLIKMU.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menetapkan target tinggi dalam proses vaksinasi yang akan segera berlangsung. Kota Pahlawan ingin menjadi percontohan vaksinasi secara nasional.

“Alasan Surabaya harus mendapatkan prioritas salah satunya soal penanganan Covid-19. Surabaya mampu membendung virus asal Tiongkok itu. Tingkat kesembuhan juga terus bertambah,” kata Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana dikutip dari Jawa Pos, Senin (11/1/2021).

Menurut dia, pemkot memang sempat kewalahan dalam menangani pandemi Covid-19, khususnya awal tahun 2020 lalu. Tidak sedikit warga yang terinfeksi. Rumah sakit rujukan juga penuh. “Namun, pada pertengahan tahun, kerja keras pemkot mulai membuahkan hasil. Persebaran virus korona bisa ditekan. Bukti itu terlihat dari terus bertambahnya kelurahan nol kasus Covid-19,” tegasnya.

Alasan lainnya Surabaya layak diprioritaskan dan jadi percontohan adalah persiapan vaksinasi yang telah dilakukan. Pemerintah sudah mulai mendata warga yang akan mendapatkan vaksin antikorona itu hingga menyediakan sarana dan prasarana.

“Jumlahnya 1.950.000 data jiwa warga yang akan mendapatkan vaksin. Mereka terdiri atas tenaga kesehatan, petugas pelayanan, dan warga,” jelasnya.

Menurut rencana, vaksinasi di Indonesia dimulai serentak di Jakarta pada Rabu lusa, 13 Januari 2021. Selanjutnya, vaksinasi dilaksanakan di daerah-daerah, termasuk Surabaya.

Aplikasi Pencatat Vaksinasi

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan aplikasi khusus pencatatan vaksinasi. Hal it bertujuan untuk mempermudah petugas di lapangan dalam pendataan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya M. Fikser menyatakan, aplikasi ini dibuat untuk memudahkan petugas melaksanakan vaksinasi. Harapannya, warga penerima vaksin itu dapat tersisir dengan baik.

“Supaya rapi dalam pendataan bagi penerima vaksin. Dengan harapan semua bisa tersisir dengan baik. Karena tidak bisa kita secara manual, harus by sistem,” kata Fikser dikutip Liputan6.com.

Fikser menjelaskan, aplikasi yang tengah dirancang ini bakal dilengkapi data daftar penerima vaksin yang terkoneksi dengan database kependudukan (by name and by address). Selebihnya, melalui aplikasi itu juga dapat diketahui kelompok mana saja yang menjadi prioritas awal penerima vaksin Covid-19.

“Jangan sampai juga orang itu belum divaksin dibilang sudah vaksin, atau dia sudah divaksin tapi dibilang belum. Makanya, kita siapkan aplikasi ini untuk mempermudah petugas,” tegasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here