Surabaya Panas Menyengat, Mahasiswa Magister Keperawatan UNAIR Ajak Masyarakat Menanam Pohon

0
139
Pengabdian masyarakat, mahasiswa magister ilmu Keperawatan UNAIR melakukan penanam pohon dan penyuluhan hidup sehat di masyarakat

KLIKMU.CO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya meliris bahwa wilayah Jawa Timur memasuki puncak musim kemarau pada bulan September – Oktober 2018.

Beberapa wilayah termasuk Surabaya berada pada puncak suhu yang cukup tinggi mencapai 30 hingga 34 derajat. Cuaca ini oleh banyak masyarakat Surabaya dikeluhkan karena panasnya cukup menyengat. Karena musim hujan diperkirakan akan datang pada awal November ini di surabaya.

Oleh sebab itu, Mahasiswa Magister Keperawatan Peminatan Komunitas Universitas Airlangga Surabaya mengajak masyakarat Medokan Sempir RW 8 Surabaya menanam ratusan pohon yang dikemas dalam program pengabdian kepada masyarakat dalam rangka menyambut musim hujan di awal bulan November, dan mengurangi cuaca panas di kota Pahlawan ini.

Bertajuk Pengabdian Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan yang dilaksanakan Sabtu, (27/10). Aksi tanam pohon ini juga sebagai upaya pelestarian lingkungan agar tetap hijau dan sehat.

Menurut Wimar Anugrah Ramadhan Ketua Pelaksana Pengabdian masyarakat, jika lingkungan tidak sehat, akan rentan menjadi perantara penyakit pada individu atau masyarakat. Selain itu, agenda ini mengkampanyekan gemar cuci tangan kepada warga sekitar. Hal ini untuk mencapai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Dengan gemar cuci tangan, masyarakat telah melakukan salah satu upaya untuk mencegah penyakit dan mempertahankan status kesehetan mereka,” kata Wimar bahwa penyuluhan ini dilakukan bersama warga RW 8 sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat agar peduli pada lingkungan yang asri dan bersih. Juga sebelum acara masyarakat diajak senam bersama, diilanjutkan penyuluhan tentang kelestarian lingkungan.

Adapun jenis pohon yang ditanam yaitu pohon mangga, matoa dan beberapa jenis pohon buah lainnya. Tanaman jenis buah ini sengaja dipilih, selain berguna untuk mengurangi cuaca panas, juga berguna secara ekonomis. Warga dapat menjual buah dari tanaman ini kemudian hasilnya digunakan untuk kegiatan warga di wilayah RW 8 seperti konsumsi untuk senam setiap minggunya dan kegiatan lainnya.

Wimar menyampaikan bahwa tema pelestarian lingkungan sengaja diangkat sebagai respon pada masalah cuaca yang sedang terjadi di surabaya.

“Dengan penanaman pohon, lingkungan akan menjadi rindang, yang mana dapat mengurangi panasnya cuaca,” kata Wimar, panggilan akrabnya.

“Selain itu, peran lingkungan sangat berpengaruh pada pembentukan kesehatan masyarakat. Sebagai mahasiswa magister keperawatan peminatan komunitas, tugas kami adalah memodifikasi lingkungan yang sehat agar dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.”

Sementara itu, Juwari Ketua RW 8 dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa keperawatan UNAIR karena berkenan untuk melakukan pengabdian di wilayahnya.

“Acara ini sangat bermanfaat untuk mengajak warga peduli terhadap lingkungan. Dan, Alhamdulillah pada kesempatan ini kader lingkungan dibentuk dan telah dikukuhkan. Harapannya, kader ini menjadi pelopor terhadap kebersihan lingkungan di sekitar wilayah RW 8 Medokan Semampir,” tutur Pak Juwari.

Dikesempatan yang sama Retno Indarwati, S.Kep., Ns. M. Kep. selaku dosen pendamping menyampaikan,idealitas mahsiswa tidak hanya berkutat dibangku kuliah, mereka juga harus terlibat aktif dalam membangun kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Apalagi Mahasiswa peminatan komunitas.

“Mereka harus memiliki pengetahuan dan skill untuk membangun masyarakat agar aktif dan terlibat dalam mewujudkan masyarakat sehat”.

Lanjut Retno, panggilan akrabnya, pengabdian itu bukan hanya sekedar tugas dari kampus, melainkan sebagai usaha dari kampus untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa agar nanti setelah mereka lulus dan berada dalam masyarakat, mampu menjadi aktor atau penggerak dalam upaya promosi dan preventif. (Idham/Abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here