Surat Terbuka Untuk Grace Natalie

0
229
Foto surat terbang diambil dari kedai cerita

KLIKMU.CO

Oleh: Nyai  Uzlifah*

setelah mendengar pidato saudari dengan pilihan yang pseudo nasionalisme, yang seakan heroik dengan melawan agama, sebuah kesalahan fatal bagi seorang pemimpin partai. Pilihan diksi murahan yang mengcopy paste protestanis dan Islam kiri akan mengubur partai anda dalam dalam.

Saudariku dengan menyebut melawan syariah dan nilai nilai religiousitas, anda telah kehilangan pemahaman akan sejarah, perhatikanlah hampir semua akar perlawanan terhadap colonialism di Indonesia adalah karena Agama, maka local wisdom bagi hukum positif di negara kita selalu merujuk pada nilai nilai agama.

Coba Baca UUD 1945, isi dan maknanya sarat dengan syariah, perhatikan halusinasi yang anda sampaikan dihadapan jokowi bukti ketidaktahuan akan sejarah, Sudah baca sistem peradilan di negara kita?, sudah anda pelajari tentang pengadilan agama, sudah anda baca UU zakat, sudah anda baca tentang perbankan syariah dan ekonomi Islam, janganlah karena kekuasaan anda tidak mampu berpijak dengan benar melihat negeri ini.

Grace, lupakah yang membantu partai yang Kau pimpin sekarang banyak dari kader kader Muda Muhammadiyah yang meletakkan syariah yang bersumber pada Alhamdulillah Quran dan Sunah sebagai mindset berfikir dan bertindak.

Kesombonganmu itu merobohkan nilai solidaritas yang kalian banggakan, itu yang akan mengubur massal kader kadermu di pemilu 2019 nanti, pengulangan descapitalnya Karl Marx dan upaya menghidupkan komunisme dengan pidatomu itu, justru akan kontra produktif bagi kebaikan bangsa ini kedepan. Kehadiran partaimu seakan angin segar dalam kejumudan demokrasi di negeri ini, ternyata engkau matikan sebelum berkembang, alangkah naifnya.

Dewasalah, hormati dan bersinergi, bukan menambah beban bagi bangsa ini.

Surat ini saya tulis sebagai ibu yang ingin Bangsa ini Besar karena Bersatu, biar generasi mendatang menikmati kebaikan dari apa yang kita lakukan hari ini.

*Ketua Majelis Pembinaan Kader ‘Aisyiyah Kota Malang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here