Susul Risma, Whisnu pun Ikut Pamit dari Balai Kota

0
193
Whisnu Sakti Buana (kiri) saat berpamitan di ruang sidang wali kota lantai 2 Balai Kota Surabaya. (Foto Pemkot Surabaya)

KLIKMU.CO – Mengakhiri masa jabatannya sebagai wali kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana berpamitan secara langsung kepada kepala OPD (organisasi perangkat daerah) dan camat di lingkup Pemerintah Kota Surabaya. Acara perpisahan dan berpamitan ini berlangsung di ruang sidang wali kota lantai 2 Balai Kota Surabaya, Selasa sore (16/2/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Whisnu tampak menghampiri satu per satu pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) yang hadir. Whisnu menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh pejabat dan ASN di lingkup Pemkot Surabaya.

“Selama enam tahun mengabdi di Pemkot Surabaya, kinerja seluruh jajarannya sangat luar biasa. Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran OPD, ASN dan non-ASN di Pemkot Surabaya yang telah bekerja luar biasa untuk Surabaya. Saya izin pamit, mohon maaf juga bila selama ini saya ada yang salah. Karena apa pun manusia hidup pasti ada salah dan dosa,” kata Whisnu dilansir dari laman surabaya.go.id.

Whisnu menyatakan, hari ini dirinya sudah purnatugas. Whisnu pun berpesan kepada seluruh jajaran di lingkup Pemkot Surabaya agar terus bekerja mengabdikan diri untuk warga Kota Pahlawan. “Saya ingin tetap berpesan kepada semua OPD agar ke depan mereka terus bekerja dengan niat mengabdikan diri untuk rakyat Surabaya,” ujarnya.

Selama mengabdi di Kota Pahlawan, Whisnu mengakui bahwa jajarannya telah bekerja sangat maksimal. Hal ini pun terbukti dalam implementasi penanganan Covid-19 dan vaksinasi di Kota Pahlawan yang luar biasa.

Kepada seluruh jajaran Forkopimda Kota Surabaya, Whisnu juga tak lupa menyampaikan terima kasih atas kerja sama selama ini. “Forkopimda Surabaya telah bekerja sangat luar biasa untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang di Kota Pahlawan. Kita bekerja bahu-membahu untuk menyelesaikan masalah di Kota Surabaya ini,” ungkapnya.

Dengan begitu, Whisnu menyusul Tri Rismaharini yang lebih dulu pamit dan kemudian menjadi mensos. Selama enam tahun dirinya memimpin bersama Risma, Whisnu menilai Surabaya telah bertransformasi menjadi kota metropolitan yang berkembang pesat dan mampu sejajar dengan kota-kota besar di seluruh dunia. “Saya melihat Surabaya memang betul-betul berpacu, berlari untuk mengejar tujuan yang luar biasa untuk rakyat Surabaya. Makanya tidak lagi bicara tingkat regional atau nasional, kita berbicara di tingkat internasional,” kata Whisnu.

Sementara itu, sengketa hasil Pilwali Kota Surabaya 2020 berakhir. Hakim Mahkamah Konstitusi telah memutuskan bahwa gugatan dari paslon nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman ditolak. Dengan demikian, pelantikan paslon nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armudji tinggal menunggu penetapan dari KPU Surabaya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here