Syarat Takmir Masjid Harus Punya Kartu Anggota Muhammadiyah

0
1995
Peserta Semiloka Peta Dakwah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Sabtu (19/12/2020) di Aula Universitas Muhammadiyah Jakarta. (Istimewa/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta mengadakan Semiloka (Seminar dan Lokakarya) Peta Dakwah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Sabtu (19/12/2020) di Aula Rufaidah Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jalan Cempaka Putih Tengah I/1, Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Ketua PWM DKI Jakarta M. Sun’an Miskan mengatakan bahwa ciri mubaligh yang bijaksana ada tiga. Pertama, pandai menggunakan kata-kata lemah lembut dan mendalam isinya serta menyentuh hati sehingga menjadi luluh. Kedua, mengakui kebenaran Islam. Ketiga, menjauhkan kata-kata kasar karena itu menyakitkan telinga, membuat hati marah, dan masyarakat jadi gaduh.

Menurut Sun’an Miskan, sebagai masukan dan untuk penyempurnaan peta dakwah yang sudah ada, diperlukan sedikitnya tujuh hal untuk mengoptimalkan fungsi masjid dan musala di amal usaha Muhammadiyah.

Pertama, pembinaan ideologi Muhammadiyah untuk para takmir dan menjadikan mereka sebagai anggota Muhammadiyah bernomor induk baku Muhammadiyah (NIBM). Sebab, lanjutnya, menurut AD dan ART Muhammadiyah yang boleh jadi pengurus masjid dan musala Muhammadiyah adalah harus anggota Muhammadiyah.

“Lalu, pembinaan manajemen masjid untuk takmir. Ketiga pendataan masjid dan keempat mendorong penggunaan teknologi informasi,” terangnya.

Selain itu, mubaligh Muhammadiyah perlu dioptimalkan agar materi dakwah yang disampaikan tidak bertentangan dengan paham agama yang diajarkan Muhammadiyah. Namun, saat berkhutbah dan berceramah tidak perlu menyebut-nyebut organisasi Muhammadiyah karena jamaahnya, terutama di kota besar, bermacam-macam latar belakang organisasi dan afiliasi politiknya.

“Keenam, menciptakan kegiatan remaja masjid yang mengasyikkan dan terakhir membentuk jaringan dakwah,” ujarnya.

Ia melanjutkan, dengan jaringan itu, terdeteksi mana masjid yang kuat dan mana masjid yang lemah. Selanjutnya, masjid yang kuat membantu yang lemah. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here