Syawalan di Rumah Sakit Ini Bahas Filosofi Rujak, Maksudnya?

0
337
Foto Gus Imsap diambil oleh habib

KLIKMU.CO-Pemimpin yang bijak akan menempatkan orang atau karyawannya ditempat yang tepat.

Demikian disampaikan Sekretaris Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya Ustadz Imam Sapari,M.Pd.I atau yang biasa disapa Gus Imsap dalam acara Silaturrahmi Idul fitri Karyawan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya di ruang serbaguna Lt 3 RS PKU Muhammadiyah Surabaya Jl. KH Mas Mansyur no 180-182 Surabaya, Kamis (20/6).

Imam sapari, mengatakan, saat ini kita sudah masuk pada bulan syawal, maka kita harus menjaga dimensi fitrohnya.

“Rasul menyampaikan kepada kita bahwa Man Shaama Ramadhana Imanan wahtisaaban ghufira lahuu Maa taqaddama min dzambihii. “Barang siapa yang berpuasa karena iman dan mengharap ridho Allah maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” paparnya.

“Siapa yang percaya dosanya diampuni oleh Allah,” tanya Ustadz Imam Sapari. Sejenak Karyawan diam tidak ada suara.

Banyak orang, sambungnya, merasa tidak memiliki dosa karena sudah melaksanakan ibadah dan beramal baik, kemudian berkeyakinan akan masuk surga yang akhirnya timbul rasa sombong dalam hatinya.

“Padahal Iblis dimasukkan keneraka karena kesombongannya, maka kita harus sadar bahwa kita bukan Rasul, buka cucu Rasul, bukan sahabat rasul. Maka kemudian dengan sombongnya mengatakan akan dijamin masuk surga,” katanya.

Menurut dia, syawal ini kita semua kembali ke titik nol. “Ada seorang ahli maksiat tetapi setiap hari ingat kepada Allah, ibadah, puasa rajin. Ada juga seorang yang buka ahli maksiat, ketika ibadah khusuk, merasa dirinya tidak punya maksiat. Maka hal ini juga tidak benar, karena dalam hidup ini kita tidak pernah terlepas dari kesalahan,”ujarnya.

“Sebagai karyawan juga seperti itu, jangan merasa paling benar sendiri. Ibarat kita mau rujaan (jawa), kita butuh yang namanya Cowek, uleq-uleq, tahu, petis, kacang, mangga, pepaya dan lainnya, hal itu tidak bisa menyatu kalau tidak air, maka seorang karyawan harus bisa bakerja dan bekerja bersama-sama, pemimpin juga seperti itu jadilah pemimpin yang bisa menempatkan karyawannya ditempat yang tepat,”tambah Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 9 itu. (Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here