Syeikh Ali Jaber Ungkap Metode Baca Al-Qur’an ala Nabi Muhammad

0
264
Syeikh Ali Jaber saat menyampaikan tausiahnya di hadapan para jamaah kaum muslimin di Masjid Machfudz, Surabaya. (Mitha/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Majelis Tabligh PCM Mulyorejo dan SD Muhammadiyah 18 Surabaya mengadakan Pengajian Iftitah bersama Syeikh Ali Jaber sebagai pembuka dari kajian rutin serta sebagai bentuk dukungan program satu juta penghafal Al-Quran di Indonesia pada Rabu (14/10/2020) di Masjid Machfudz, Mulyorejo Tengah No 5, Surabaya.

Pembukaan acara diawali dengan penampilan siswa-siswi kelas tahfidz SD Muhammadiyah 18 Surabaya dengan membaca juz 30, 29, dan 1 serta dilanjutkan dengan tilawah surah Ar-Rahman yang dibacakan langsung oleh Ianatuz Zukhrufah SPd. Kemudian sambutan oleh PCM Mulyorejo. Acara dihadiri kurang lebih 300 undangan yang disebarkan ke berbagai elemen internal Muhammadiyah.

Tamu undangan yang turut hadir di antaranya PDM Kota Surabaya, PCM Mulyorejo dan majelisnya, PRM se-Mulyorejo, pimpinan cabang, pimpinan ranting, Aisyiyah Mulyorejo, Angkatan muda Muhammadiyah (Pemuda, NA, IPM) Mulyorejo, takmir masjid dan musala Muhammadiyah se-Mulyorejo, guru dan karyawan AUM se-Mulyorejo, dan seluruh warga Muhammadiyah.

Pengajian yang digelar bada shalat Duhur ini pun mendapat apresiasi luar biasa dari segala kalangan. Panitia tetap menerapkan protokol kesehatan dan keamanan guna pengajian ini dapat berjalan dengan lancar.

Kedatangan Syeikh Ali Jaber pun menambah semangat para kaum muslimin yang datang. Dalam tausiahnya, Syeikh Ali Jaber menyampaikan terkait penghafal Al-Qur’an ala Nabi Muhammad SAW. Ada metode membaca Al-Qur’an ala Nabi Muhammad SAW, yaitu perbaiki huruf, bacaan yang benar, sempurnakan tajwid, dan indahkan suara, serta menguatkan hafalan. “Sehingga walaupun bacaannya sedikit, tetapi benar,” ujarnya.

“Mengingat bahwa di luar sana tentu ada yang sudah sangat pandai menghafal Al-Qur’an hingga 30 juz, tetapi bacaannya masih belum benar. Begitu dites Al-Fatihah juga masih tidak sempurna tajwidnya, masih banyak salah,” imbuhnya.

Hal ini sontak membuat para kaum muslimin yang datang tampak salut dengan cara Syeikh Ali Jaber menyampaikan tausihnya terkait penghafal Al-Qur’an. Syeikh Ali Jaber juga menuturkan bahwa menghafal Al-Qur’an tidaklah wajib, tetapi membaca dengan benar itu yang wajib.

Selama pengajian berlangsung, tiada henti jamaah kaum muslimin mengucapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, masya Allah. Bertemu dengan beliau membuat kita menitikkan air mata dan bersyukur masih ada orang-orang yang peduli dengan generasi islam di masa mendatang,” ujar Suprihatin.

Syeikh Ali Jaber juga sangat antusias menceritakan masa kecilnya, ketika pertama kali ke Indonesia, para penghafal Al-Quran di Arab Saudi serta negara-negara lainnya dan peristiwa penusukan yang baru dialaminya.

Anak-anak Indonesia, generasi Islam yang hebat tumbuh dan berkembang di Indonesia membuat Syeikh Ali Jaber percaya, bahwa suatu saat Indonesia menjadi pusatnya kebangkitan Islam untuk dunia. “Insya Allah kalau Madinah dan Makkah pusatnya kedatangan Islam. Saya jawab Indonesia pusatnya kebangkitan Islam untuk dunia,” ujar Syeikh Ali Jaber.

Fajrul Islam Ats Tsauri SHI MAg selaku Kepala Urusan Ismuba SD Muhammadiyah 18 Surabaya sebagai ketua pelaksana menyampaikan bahwa pengajian ini dapat terlaksana dengan kerja sama tim pelaksana dan panitia seluruh guru dan karyawan SD Muhammadiyah 18 Surabaya yang hebat. Selain itu, telah mendapatkan banyak dukungan dari Majelis Tabligh PCM, Takmir Masjid Machfudz, Tapak Suci, dan Kokam yang diterjunkan secara langsung menjaga keamanan selama pengajian berlangsung, Polsek Mulyorejo, Polrestabes Surabaya, satpol PP, Kecamatan serta Kelurahan juga ikut terlibat dan membantu acara tersebut.

Pengajian Iftitah ini juga dapat disaksikan secara live streaming melalui channel Youtube official SD Muhammadiyah 18 Surabaya atau M18 TV. (Mitha/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here