Ta’aruf itu Sederhana, Kita Saja yang Merumitkannya

0
138
Ilustrasi diambil dari pinterest.com

KLIKMU.CO

Oleh: R Fauzi Fuadi*

Cinta kepada lawan jenis bukan perkara sederhana dan sepele, ini perkara trust, openness, dan integrity yang harus ada dalam sebuah relationship jangka panjang.

Notifikasi group whatsapp saya berbunyi, tatkala saya sedang membaca novel yang berjudul cinta tak pernah tepat waktu. Saya pun menghentikan aktivitas membaca saya dan membuka pesan masuk. Di sana, saya mendapati quote tentang pernyataan cinta antara Immawan dan Immawati.
Seperti ini redaksinya.
“Ketidak setiaan kepada Immawati adalah penghianatan. Dan ingat, cinta senior tidak boleh di tolak. Apabila ta’aruf di bugkam, hanya ada satu kata, lawan!!”
Quote itu ditulis oleh Immawan AS.
Sekilas tidak ada yang salah di sana, tetapi tunggu. Mari kita tela’ah secara saksama quote itu. Saya fikir, ada yang harus diperbaiki dan diluruskan makna dari quote tersebut.
Kamu yakin ada yang salah??, Hambok yakin waee..
Baiklah, mari kita ulas secara cermat dalam tempo yang tidak singkat.
Pertama, “Ketidak setiaan”.
Saya fikir, percuma saja jika setia pada pasangan (pr), tapi jika dihadapkan dengan wanita yg ndilalah cuantiknya naudzubillah, suolehah, keturunan sultan, cerdas, nan jelita bak mba Velove Vexia memakai hijab, dan sedang jomblo. Tanpa ketiga hal diatas, ditambah lagi iman yang lemah, saya fikir, siapapun pria, dia akan mudah kepincut dengannya, mulai mbribik, lantas meninggalkan kekasihnya yang dulu, kemudian mengajak mbaknya ke jenjang yang lebih serius, pernikahan.

Fenomena ini boleh jadi ada disekitar kita, dimana pihak ke tiga sebagai biangnya keretakan hubungan yang telah terjalin lama. Yang sialnya, pihak ketiga lebih menggoda dari segi fisik, dari pada kekasihnya.

Dasar lelaki, memang memiliki insting pemburu sedari nenek, neneknya nenek, neneknya nenek moyang kita dulu (hah kita?!).

Oleh karenanya, ketika lampu merah, saya sering mendapati babang ojol yang suka curi-curi pandang lewat kaca spion pada penumpangnya yang secara fisik lebih menggoda, dan merasa eman jika tak dipandangi. Lantas menanyakan sesuatu, yang sebetulnya agar tidak ada awkward diantaranya mereka. Juga demi bintang lima.

Kedua, Sebentar, saya sruput kopiku dulu, yang sedari tadi mengepulkan uap panasnya.
Ok.. baiklah. Kedua. “Cinta senior tidak boleh ditolak”,
Hmm.. kalimat ini benar-benar membuat saya tertawa, seperti tertawaku melihat om Ngabalin adu argumen dengan om Rocky, yha.. walau dalam hati sih.

Gini lho lurr andai, seorang wanita, mencintai pria dengan tulus, oleh karena si pria telah memberikan yang terbaik atas nama cinta, entah memberikan kado ultah, tiket nonton bioskop, makan malam/siang, sampai tumpangan gratis tiap pergi ke kampus, -udah kek babang ojol aja tuh pacar-.

Tetapi boleh jadi, seiring berjalannya waktu, ndilalah si wanita merasa bersalah, menyadari kekhilafannya, menyesal, lantas tobat, karena mau-maunya dibonceng dengan orang yang bukan muhrimnya. Dan diwaktu yang bersamaan, si pria meminta si wanita untuk membangun komitmen ke depan, si wanita pun menolaknya mentah-mentah, dengan dalih jika hal ini diteruskan, maka, Tuhan tak akan meridhoi hubungan ini, atau boleh jadi si wanita ini baru mengetahui bedebahnya pasangannya ini dari sahabat dekatnya. Akhirnya mereka berdua putus. Sangat menyedihkan.

Nahh.. Modyar tohh??.
Maka disinilah wanita berhak!, sekali lagi, berhak! untuk memilih dan memutuskan di bahu siapa dia akan bersandar untuk selamanya, dengan siapa dia akan membagi suka-duka, dengan siapa dia akan memberikan cinta kasih setulus hati, dan dengan siapa dia akan membangun surganya di dunia dan akhirat kelak.
Ketiga, Apabila Ta’aruf di bungkam, hanya ada satu kata, Lawan.
Setelah kamu membaca kalimat itu, apa yang kamu pikirkan?.
Kita mengetahui bersama bahwa, pada penutup quote tersebut persis dengan perkataan Widji Thukul, hanya saja diksinya diubah seenak jidatnya hatinya. Adakah yang lain dari pada itu?. Yha tentu masih ada.
Baiklah, mari kita tela’ah apa makna Ta’aruf.

Sebelumnya, saya sruput kopiku dulu yang kesekian kalinya…
Ta’aruf. Istilah ini awalnya dipakai untuk proses berkenalan antara pria muslim dan muslimah untuk saling kenal yang ditemani seorang pendamping, bisa kerabat si wanita atau kerabat pria. Atau bisa juga pendamping itu adalah seorang ustadz atau tokoh agama yang membina kedua calon itu yang berusaha mencari tambatan hati.

Istilah ta’aruf digunakan sebagai antitesis atau lawannya pacaran. Lazimnya pacaran, pria dan wanita berduaan kemana saja yang mereka suka, padahal belum ada ikatan penikahan di antara dua sejoli ini.
Waitt… dari sini kamu sudah faham, atau justru sebaliknya?.
Hayu’ atuh, ku tunggu proses pemahamanmu, aku cukup setiauntuk menunggu kog, ning ojo sui-sui nemmenn.
Yhaa.. sederhananya seperti ini.
Muslimah sejati, tidak akan menolak ta’aruf yang dilakukan oleh pria yang sungguh-sungguh serius dalam menjalin hubungan, sampai menikah, tua, hingga akhirnya sirna menjadi debu. Lha gimana tidak, ta’aruf adalah hal yang dianjurkan oleh syari’at dalam proses pencarian jodoh je.

Disamping itu, ta’aruf dipraktikkan untuk menjadi cara terhormat bagi muslim dan muslimah dalam menggapai keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.
Gimana, luarbiasa bukan..?
Tidak sampai disitu, Ta’aruf pun dapat mencegah dua insan yang saling cinta terjerumus dalam kubangan hitam yang dinamakan pacaran, dimana pacaran ini mengantarkan pelakunya pada perzinahan. Naudzubillah jangan sampai, Semoga kita selalu dalam bimbingannya.
Sampai sini sudah cukup tercerahkan?.
kalau belum, hayu’ atuh ngopi disik ben gak spaneng. Wqwq~
Yha, dari pada terjebak pada cinta-cintaan yang nga jelas kemana arahnya yang terkadang lebih banyak menyakitkanmu, dari pada menyenagkan jiwamu.
Lha kog ngerti??,
Karena ini berdasarkan pengamatan saya, serius..

Oleh karenannya, memperbaiki diri ke arah yang lebih baik (hijrah) tentu lebih baikk dan mulia di sisi Tuhan, dari pada berjalan dimalam minggu, bergandengan tangan dengannya di bibir pantai sembari nunjuk-nunjuk pelangi di malam hari, pas ditanya si dedek “Mana pelanginya mas?!”, ee.. malah dijawab “dimatamu”.
Haadeehh.. Not Enterrrrr..!!.[*]

*Pujangga Cinta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here