“Ta’awwun Untuk Negeri”, Apel Milad Muhammadiyah Bersama Cicit K.H. Mas Mansyur

0
360
Cicit: Nafla Aqilah ( berkebaya) saat menjadi protokol Apel Milad ke-106 Muhammadiyah.( Foto: Heru)

KLIKMU.CO – Waktu masih menunjukkan pukul 04.00, selepas shalat subuh dan tadarus pagi, Nafla Aqilah siswi kelas XII Mipa 7 SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda), telah bersiap untuk mengikuti Apel Milad ke- 106 Muhammadiyah pagi ini (18/11).

Nafla, sapaan akrabnya bertugas sebagai protokol Apel Milad Muhammadiyah yang diselenggarakan PCM Ngagel di lapangan parkir SD Muhammadiyah 4 Surabaya.

“Ini adalah momen spesial bagi saya dan keluarga besar,” ungkap Nafla. “Saya bisa membayangkan bagaimana Eyang buyut saya, KH. Mas Mansyur ikut berjuang, berdakwah islam untuk membesarkan Muhammadiyah,” ungkap gadis cantik yang ternyata adalah cicit salah satu pahlawan nasional itu.

Rasa senang dan bangga menyelimuti hati gadis 17 tahun ini. Ia diberi kesempatan untuk mengawal apel milad ke 106 Muhammadiyah yang diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan PCM, AUM, ortom, guru dan siswa Muhammadiyah mulai tingkat SD, SMP dan SMA di lingkungan PCM Ngagel.

Menjadi bagian keluarga dari pahlawan nasional yang berjuang demi negara melalui gerakan Muhammadiyah Ia mempunyai kewajiban untuk melanjutkan perjuangan.

“Saya mempunyai kewajiban untuk melanjutkan perjuangan Eyang buyut dan tokoh Muhammadiyah lainnnya,” tegas Nafla. Cucu Aunurrofiq Mansyur ini berharap generasi milenial, anak – anak IPM, siswa siswi SMP, SMA lebih mengenang kembali para pahlawan nasional, khususnya dari Muhammadiyah yang memperjuangkan negara sehingga tidak hanya menghargai jasa pahlawan tetapi juga mempunyai semangat tinggi untuk berjuang di masa depan dalam membangun bangsa melalui Muhammadiyah.

Tak seperti kebanyakan siswa smamda yang mengenakan seragam batik Muhammadiyah saat mengikuti apel milad, Putri kedua Arfan Fahmi dan Noer Faizah ini mengenakan selendang, kebaya berwarna hijau muda dan kerudung hijau senada. “Baju yang saya kenakan ini mempunyai nilai historis yang tinggi,” tuturnya ketika ditemui KLIKMU.CO selepas apel.

Baju yang dipakai siswi yang berhobi public speaking ini adalah milik Eyang putrinya, Hj Ulfa, istri dari Eyang Aunurrofiq Mansyur putra pertama KH. Mas Mansyur.

“Baju kebaya brokat hijau muda dan kerudung ini dulu dikenakan Ulfa saat menikahkan Ayah dan Ibu saya,” kisahnya. Kalau selendang yang Ia kenakan lebih bersejarah lagi, karena sering dipakai untuk menghadiri acara – acara aisyiyah. “Saking sayangnya sama selendang ini sepulang dari acara, selendang ini tidak dicuci hanya diangin-anginkan saja kemudian disimpan kembali dan dipakai lagi menghadiri acara aisyiyah,” kisahnya. “Dan baru dicuci oleh Ibu saya setelah beliau wafat,” pungkasnya. (Tanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here