“Ta’awwun Untuk Negeri”, Meski Kaki Diamputasi Tetap Operasionalkan Drone Untuk Abadikan Resepsi Milad ke 106

0
893
Foto Naufan Afta Nabhighah ketika mengoperasionalkan drone dalam acara resepsi milad muhammadiyah ke 106 di Islamic Centre diambil dari dokumen pribadi denpeyi

KLIKMU.CO- 2 Tahun lalu tepat bulan februari 2017, kala itu fajar masih duduk dibangku kelas 9 SMP Negeri 16 Surabaya, malam itu Naufan Afta Nabhighah disuruh orangtua nya untuk membeli nasi goreng, namun dalam perjalanan musibah tidak dapat dihindarkan Fajar pun dilindas truk, salah satu kakinya harus diamputasi

Sempat Sedih dan putus asa merundung ayah dan ibunda tak terkecuali di naufal, namun tidak lama, naufal pun bangkit dan berusaha menatap masa depan yang lebih baik

Hari ini selasa (20/11) bertepatan dengan puncak resepsi milad ke 106 Masehi Persyarikatan Muhammadiyah, yang dihelat oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya tidak membuat naufal berhenti mengukir prestasi meski harus memakai jangkak (jawa: krak)

disela riuhnya orang menyaksikan meriahnya acara resepsi milad, ada sesuatu yang membuat para tamu undangan yang sesekali melihat ke atas, tepatnya memperhatikan lincahnya drone (pesawat mini ) yang dikendalikan jarak jauh oleh naufal yang ternyata adalah tim dari dokumentasi SMK Muhammadiyah 2 Kemlaten Surabaya

Dedy Sabtono sang ayah  menuturkan kepada KLIKMU.CO

“Naufan itu anaknya kalau sama teman sangat mudah bergaul, meski terkadang emosinya masih labil jika dirumah, mungkin masih belum menerima keadaaan, tapi kita sebagai orangtua terus mensupport serta hanya bisa memfasilitasi agar naufan bisa menyalurkan bakat dan minatnya”, tukasnya

Sementara itu Adek Dharma Santoso pembina dan guru pendampingnyanmenuturkan kepada KLIKMU.CO

“Naufal adalah pribadi yang supel mudah bergaul, anaknya cekatan dan senang berbagi ilmu kepada teman temannya dan secara kemampuan dia sangat handal dalam mengoperasionalkan drone”, tukasnya

“Yang saya salut dari sosok yang naufal adalah semangat dan percaya dirinya, meski kakinya sudah tidak normal karena kecelakan, namun dia tetap lakukan sebagaimana orang orang normal lakukan, seperti sekolah harus naik ke lantai 3 setiap harinya dan tidak mau diperlakukan seperti anak cacat, dan mohon maaf seperti hari ini dia (naufal) mengoperasionalkan drone dengan tangkas”, pungkas adek seraya matanya berkaca kaca karena kagum.(Ferry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here