Tahukah Anda, Jika Ekstrak Kunyit, Cairan Pendeteksi Boraks dan Pewarna Tekstil

0
340
Foto edukasi makanan di SD Muhammadiyah 24 diambil oleh AR

KLIKMU.CO – Boraks dan pewarna tekstil sering dimanfaatkan masyarakat yang tidak bertanggung jawab sebagai bahan pengawet dan bahan pewarna makanan yang mereka jual secara umum. Padahal, mereka tahu bahaya zat-zat tersebut bagi kesehatan tubuh. Di antaranya dapat menyebabkan penyakit kanker jika dikonsumsi terlalu sering dan dalam kadar yang berlebihan.

Mahasiswa D-3 Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya Wiwik Alwiyah menjelaskan perihal bahaya boraks saat melakukan edukasi deteksi makanan sehat kepada para siswa kelas IV-V Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya pada Jumat (22/2).

Dia menyatakan, kandungan boraks dalam makanan sangat berbahaya bagi kesehatan. Hal itu karena fungsinya sebenarnya sebagai bahan pengawet dalam dunia industri, bukan untuk makanan.

”Untuk mendeteksi kandungan boraks dalam makanan sangat mudah, yaitu dengan ekstrak kunyit. Jadi, ekstrak kunyit tersebut diteteskan kepada makanan, kemudian ditunggu selama 2–3 menit,” ujarnya.

Jika warna tetap kuning, kata dia, makanan tersebut negatif boraks. ”Sementara jika terjadi perubahan warna menjadi merah kecokelatan, makanan tersebut positif boraks,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Putri Widia Ningrum, rekan Wiwik yang juga mahasiswa D-3 Analis Kesehatan UMSurabaya, sangat mudah mendeteksi pewarna tekstil pada makanan.

”Yaitu dengan menggunakan larutan soda kue. Makanan yang ditetesi larutan soda kue dinyatakan positif memakai pewarna tekstil jika tidak mengalami perubahan warna,” katanya. Namun, jika berubah warna kecokelatan, makanan tersebut negatif pewarna tekstil.

Salah seorang siswa kelas IV, Zahira Balqis Jauhara, menyampaikan kesannya tentang kegiatan edukasi tersebut. ”Alhamdulillah di kegiatan pesantren karakter ini belajar tentang mendeteksi makanan yang mengandung boraks. Senang akhirnya bisa tahu makanan yang berbahaya sehingga nanti tidak makan lagi, biar tidak kena penyakit yang berbahaya,” kata Zahira.

Selanjutnya, Sabina Naufa Ilma yang juga siswa kelas IV menyampaikan pentingnya kegiatan edukasi. ”Saya dan teman-teman jadi tahu kalau jajanan kami selama ini berbahaya apa tidak, jadi nanti kami tidak jajan sembarangan lagi,” tutur Ilma. (AR/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here