Tak Ada Nama Pendiri NU di Kamus Sejarah Indonesia, Begini Kata Kemendikbud

0
370
Kamus Sejarah Indonesia Jilid I yang diprotes karena tidak ada nama pendiri NU. (Merdeka.com)

KLIKMU.CO – Kemendikdud menanggapi tudingan terkait buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I yang tidak ada keterangan terkait kiprah pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari. Padahal, KH Hasyim Asy’ari –bersama pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan- dikenal sebagai Pahlawan Nasional yang mendorong tercapainya Kemerdekaan Indonesia, termasuk mengeluarkan Resolusi Jihad untuk melawan agresi militer Belanda.

Sehubungan dengan beredarnya protes dari kalangan yang menuding Kemendikbud atas hilangnya jejak tokoh pendiri Nahdlatul Ulama KH Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menegaskan bahwa Kemendikbud selalu berefleksi pada sejarah bangsa dan tokoh-tokoh yang ikut membangun Indonesia dalam mengambil kebijakan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Termasuk KH Hasyim Asy’ari.

“Museum Islam Indonesia Hasyim Asyari di Jombang didirikan oleh Kemendikbud. Bahkan, dalam rangka 109 tahun Kebangkitan Nasional, Kemendikbud menerbitkan buku KH. Hasyim Asy’ari: Pengabdian Seorang Kyai Untuk Negeri,” terang Hilmar yang juga dikenal sebagai sejarawan itu dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/4/2021).

Meluruskan tudingan yang dimaksud kalangan tersebut, Hilmar menjelaskan bahwa buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I tidak pernah diterbitkan secara resmi. Dokumen tidak resmi yang sengaja diedarkan di masyarakat oleh kalangan tertentu merupakan salinan lunak (softcopy) naskah yang masih perlu penyempurnaan. “Naskah tersebut tidak pernah kami cetak dan edarkan kepada masyarakat,” tegasnya.

Hilmar menjelaskan, naskah buku tersebut disusun pada tahun 2017 sebelum periode kepemimpinan Mendikbud saat ini. Selama periode kepemimpinan Mendikbud Nadiem Makarim, kegiatan penyempurnaan belum dilakukan dan belum ada rencana penerbitan naskah tersebut.

Keterlibatan publik, kata dia, menjadi faktor penting yang akan selalu dijaga oleh segenap unsur di lingkungan Kemendikbud. “Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa tidak mungkin Kemendikbud mengesampingkan sejarah bangsa ini, apalagi para tokoh dan para penerusnya,” tutup Hilmar.

Sebelumnya, berbagai kalangan protes atas tidak dicantumkankannya nama tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I. Salah satunya datang dari PKB.

“PKB protes keras karena KH Hasyim Asy’ari nggak tertulis dalam Kamus Sejarah Indonesia terbitan dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, sementara Abu Bakar Ba’asyir yang ditahan negara malah ada,” kata Sekjen PKB M. Hasanuddin Wahid dalam keterangan tertulisnya, Senin, dikutip dari Republika Senin (19/4/2021).

Dia menganggap tindakan Kemendikbud itu sama saja dengan tidak mengakui Hasyim Asy’ari sebagai pahlawan nasional sekaligus pendiri NU. Sementara itu, tokoh yang dianggap penyokong radikalisme malah mendapat tempat di buku terbitan Kemendikbud.

Menurut dia, tindakan Kemendikbud tersebut dikhawatirkan mengaburkan sejarah dan berbahaya bagi generasi muda Indonesia. PKB pun mendesak agar kamus tersebut tidak diterbitkan. “(Kemendikbud didesak) tidak menerbitkan buku-buku yang tidak otoritatif, seperti buku kamus sejarah di atas,” ucapnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here