Tak Cukup dengan Pendekatan Medis, Pasien TB Juga Perlu Sentuhan Motivasi dan Spiritual

0
410

KLIKMU.CO – Workshop Peer Educator Community TB HIV Care Aisyiyah Kota Surabaya pada hari kedua, Rabu (21/8/2019), masih berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetomo Surabaya. Sejak pagi hingga sore, pelatihan kerja berlangsung secara interaktif dengan berdiskusi dan menyusun rencana aksi bersama dr Soedarsono.

Dokter Dar, begitu panggilan akrabnya, memaparkan kasus demi kasus TB RO yang selama ini digeluti. Penjelasannya membuat peserta workshop semakin paham atas temuan-temuan pasien TB RO di masyarakat.

“Dalam penanganan persoalan pasien TB RO tidak cukup dengan pendekatan medis saja. Seperti karena pengaruh efek samping obat mulai mual, muntah, pusing, nyeri, sesak, hingga badan terasa sakit semua serta berbagai persoalan kejiwaan yang ada,” kata doktee Dar.

Namun, juga diperlukan pendekatan nonmedis agar pasien tetap tegar dan sabar serta bersemangat. “Pasien perlu diberi motivasi dan penguatan diri serta pencerahan spiritual. Hal itu akan mempercepat proses penyembuhan,” jelasnya.

Jika ada keluhan pasien terhadap suatu obat sehingga menolak obat tersebut, kata dokter Dar, pengaturan obat TB RO seperti seni masih bisa menggunakan obat lainnya sehingga pasien tetap bersemangat dalam berobat.

“Agar jangan sampai tidak mau berobat lagi dan dampaknya akan menular ke yang lainnya,” paparnya.

Bu Sri, perawat pasien TB MDR dari RSU dr Soetomo, menyampaikan pengalamannya ketika memberikan obat-obatan kepada pasien TB di beberapa gazebo. “Ada yang nurut, ada yang gelisah, merenung, ada yang seperti putus asa dalam pengobatannya,” katanya.

Namun, Bu Sri tetap sabar mendampingi keragaman perilaku pasiennya. Lebih lanjut, dia menyampaikan data kecenderungan pasien TB MDR baru setiap bulan naik antara 20 persen hingga 30 persen. Ada juga penularan TB MDR baru pada komunitas pengajian di Surabaya, komunitas perkampungan.

Bahkan, Santo dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyampaikan adanya pasien TB baru seorang pemilik warung kopi. Seperti diketahui, warung kopi yang buka 24 jam kini kian menjamur dengan kunjungan pelanggan kopi yang banyak dari beragam usia dan tidak kita ketahui bagaimana kesehatannya selama ini, termasuk kondisi TB yang ada.

“Oleh karena itu, dukungan Aisyiyah dan Muhammadiyah untuk bersinergi membantu pasien TB RO sangat diperlukan sehingga capaian target kesembuhan bisa terpenuhi,” timpal Emy Yuliana Ulya selaku SR Aisyiyah Jatim.

Di sisi lain, Andi Hariyadi selaku ketua Komunitas Masyarakat Peduli (KMP) TB “Semanggi” Surabaya yang juga sebagai ketua Majelis Pendidikan Kader PDM Surabaya menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan Lazismu Surabaya dalam membantu memberikan nutrisi bagi pasien TB serta Majelis Tabligh untuk bisa melakukan dakwah edukasi TB.

Pegiat TB Care Aisyiyah Surabaya Siti Maslamah mengemukakan, TB RO sampai Juli tahun ini yang didampingi ada 72 pasien. Pasien yang ditemukan pada semester pertama tahun 2019 berjumlah 856 pasien. “Semakin hari semakin mengerikan melihat kondisi Kota Surabaya yang setiap bulan banyak ditemukan orang terkena penyakit TBC,” katanya.

“Banyak pasien yang sudah dinyatakan positif TB RO setelah dijelaskan, namun tidak kembali untuk berobat. Hal ini yang menyebabkan salah satu sumber penularan utama kepada masyarakat,” tandasnya. TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh), Zero TB. (Andi H./Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here