Talkshow Inspiratif IMM Avempace Sadarkan Aktivis tentang Urgensi Dakwah Digital

0
445
Pilar Jihad Keempat: Muhammad Syaikhul Islam, MHI Pemimpin Redakai KLIKMU.CO saat membawakan materi tentang pentingnya Jihad Digital di Talkshow Inspiratif IMM Komisariat Avempace. (Foto: Farid)

KLIKMU.CO – “Buy the future with present value. Belilah masa depan dengan harga sekarang.” Demikian dikatakan Muhammad Syaikhul Islam, MHI Pemimpin Redaksi KLIKMU.CO dalam acara Talkshow Inspiratif bertajuk ‘Digitalisasi Dakwah Melalui Media’ yang diselenggarakan oleh IMM Komisariat Avempace UIN Sunan Ampel Surabaya, Ahad (8/4).

Pada acara yang dilangsungkan di Auditorium Din Syamsuddin The Millennium Building (TMB) Surabaya itu, Syaikhul menguraikan pentingnya jihad melalui media digital di era sekarang. Menurutnya, jihad digital adalah sebuah tuntutan kekinian.

“Aktivis IMM sebagai pegiat dakwah Muhammadiyah pada segmen kemahasiswaan perlu melihat positioning gerakan. Zaman sudah berubah, dunia semakin global, dan kemajuan Iptek tak bisa dibendung, maka ini melahirkan tuntutan kekinian bagi para aktivis dakwah,” ujarnya.

Menurut Syaikhul, Muhammadiyah selama ini dinilai relatif sukses dengan jihad di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Maka saat ini, lanjutnya, Persyarikatan beserta segenap aktivis dakwah sudah waktunya melakukan pilar jihad keempat, yakni jihad digital.

“Ruang massa ini sangat liberal. Ibarat udara yang bebas ini. Ruang bebas ini mau diisi oleh siapa saja bisa. Mau diisi apa saja juga memungkinkan. Makanya, jika ruang massa yang liberal ini tidak kita isi dengan propaganda kebajikan, maka akan diisi oleh pihak-pihak lain dalam kemunkaran,” paparnya.

Bendahara Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jatim itu juga menegaskan bahwa pada fase awal, Persyarikatan telah mampu memelopori budaya literasi dengan diterbitkannya Majalah Suara Muhammadiyah sebagai sarana dakwah bil qalam melalui media massa.

“Sayangnya, pada fase berikutnya, Muhammadiyah mengalami stagnasi dalam pengembangan media massa sebagai sarana efektif dalam berdakwah. Ketika beberapa ormas lain sudah memiliki televisi dan media mainstream lain, Muhammadiyah relatif tertinggal. Alhamdulillah, belakangan ini kesadaran itu sudah tumbuh, meski masih terus perlu dikembangkan,” paparnya.

Wakil Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya itu juga mengajak kepada sekira 100 peserta untuk memanfaatkan berbagai jenis media massa sebagai cara untuk melakukan syiar dan publikasi kegiatan organisasi. Dia juga berharap agar peserta yang notebene mahasiswa terus mengembangkan budaya literasi secara massif.

“If you not buying the product, you are the product. Jika anda tidak membeli suatu produk, maka anda dianggap produk yang akan dibeli produsen lain. Maka, ini adalah pilihan keniscayaan. IMM harus bisa menghegemoni ruang publik untuk membangun image masyarakat. Karena dengan image building itu akan melahirkan public trust,” pungkasnya.

Menurut Tiara, Ketua Umum Komisariat Avampace, acara itu dimaksudkan agar aktivis IMM semakin melek terhadap media dan mampu memanfaatkan media sebagai sarana dakwah yang efektif. Selain Syaikhul, juga hadir sebagai pemateri Mulyana AZ, S.Pd., M.Psi. Penulis 54 Buku Best Seller, dan Ahmad Farid Kontributor muhammadiyah.or.id. (ICOOL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here