Tanggapi Problem Kerusakan Lingkungan, Kader IMM Ini Telusuri Peran Muhammadiyah dan NU dalam Risetnya

0
318
Adi Fauzanto, kader IMM Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, saat menyampaikan hasil riset di hadapan peserta diskusi. (Prab/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Presentasi hasil riset kedua IMM Malang Raya dalam program SCORE membahas Optimalisasi Peran Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam Rangka Penanggulangan Kerusakan Lingkungan di Indonesia, Sabtu (18/1). Presentasi kembali digelar di Gazebo Literasi, Malang.

Masalah kerusakan lingkungan memang telah menjadi isu global. Hampir seluruh negara menyadari akan ancaman ekologis tersebut. Berbagai langkah, temasuk kampaye, telah dilakukan di berbagai tempat.

Greta Thrunberg, misalnya, seolah menjadi ‘malaikat kecil’ yang viral di media internasional sebab gerakan penyadarannya di ruang publik atas ancaman ekologis. Oleh karena upayanya itu, Majalah The New York Times memilih Greta sebagai figur majalah paling top pada tahun 2019.

Namun, bukan hanya itu latar belakangnya. Panggilan teologis Islam dan kesadaran kritis atas alam dan manusia kader IMM-lah yang melatarbelakangi riset ini diangkat. Kali ini riset dilakukan oleh Adi Fauzanto, kader IMM Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang.

Acara ini dihadiri oleh sajumlah kader IMM Malang Raya dari berbagai kampus besar. Ada juga perwakilan Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) dan Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA). Selain itu, beberapa peserta yang merupakan kader IMM hadir dari berbagai daerah, di antaranya Jogja, Kendari, Tasikmalaya, dan NTB.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua IMM Cabang Malang Irsyad Madjid. Kemudian pengantar dari Kabid Riset dan Pengembangan Keilmuan Ode Rizki Prabtama. Lalu presentasi dari peneliti Adi Fauzanto. Setelah itu, ada dialog bersama audiens.

Salah satu perwakilan dari FNKSDA, Jowo, mengutarakan apresiasinya terhadap acara ini. Menurut dia, program ini adalah terobosan dan kerja keras yang luar biasa dari kader-kader IMM Malang.

“Jarang kita temui organisasi mahasiswa (ormawa) mampu mengadakan penelitian ilmiah sampai pada tataran ini seperti IMM,” ungkapnya di forum.

Peserta dari KHM Kendari, Ivanayah, pun mengatakan bahwa ini adalah satu riset yang perlu diapresiasi. Sebab, selain mengurai objektivitas kerusakan lingkungan hidup di Indonesia, juga mendorong peran Muhammadiyah dan NU untuk berdakwah di wilayah ekologis dengan lebih masif.

“Karena kerusakan lingkungan hidup ini merupakan masalah yang sangat serius di seluruh dunia,” tandasnya. (Prab/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here