Teknologi Sudah Tidak Sanggup Melayani Syahwat Manusia

0
974
Show Of Force: Fathurrahman Kamal (6 dari kiri) Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah berpose bersama Jamaah pengajian Sang Pencerah.(Foto: Spesial)

KLIKMU.CO Hidup manusia zaman Now mengalami disorientasi karena mereka lebih cinta harta dan lupa mati.

Demikian disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fathurrahman Kamal Lc MSi dalam pengajian Ahad Pagi Pencerah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, di Masjid Islamiyah Sumber Langgeng Sumberejo Kecamatan Pakal Surabaya, Ahad (22/4/2018).

Menurut Ustadz Fathurrahman Kamal, seringkali politisi berlaku paradoks dalam hidupnya karena dia lupa mati.

“Dia pikir kehidupan ini akan abadi, bagitu juga dengan profesi yang lainnya seperti guru, kyai, pimpinan ormas, ilmuan. Maka kalau mereka sudah lupa mati ya sudah. Mereka lupa Allah, padahal lupa Allah ini penyakit yang paling berbahaya.” paparnya.

Ustadz Fathur, biasa beliau dipanggil, menyatakan, saat ini manusia menghadapi suasana kehidupan yang teknologi sendiri tidak sanggup untuk melayani syahwat manusia.

“Teknologi kalah sekarang, bukan lagi kita dikendalikan oleh teknologi tapi syahwat kitalah yang mengendalikan teknologi.” ujarnya.

Masih kata beliau, untuk mengatasi kekosongan qalbu manusia dalam konteks gerakan spritualitas baru ini maka mari kita kembali kepada ajaran-ajaran Rasulullah saw.

“Suatu hari Anas Bin Malik ra sahabat besar Nabi, meriwayatkan “KaanaanNabiyyu Shallalaahu ‘alaihi wasallam, Yuktsaru anyaquula yaa muqallibal quluubi tsabbit qalbii ‘alaa diini” adalah banyak sekali Nabi melafalkan doa “Ya Allah dzat yang maha membolak-balikkan qalbu, tegakkan qalbuku pada Agamamu,” lalu Anas Bin Malik bertanya kepada Rasulullah, ya Rasulullah “Amanna bika wabimaa ji’ta bihii,” wahai Rasulullah, “Kami ini semua beriman terhadap dirimu dan beriman terhadap apa yang engkau ajarkan,” Apakah engkau masih mengkhawatirkan kami wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab “Iya, saya mengkhawatirkan kalian, lalu beliau melanjutkan “Karena sesungguhnya qalbu manusia berada diantara dua jari, dari jari-jari Allah yang dia kerahkan, dia bolak balik sekehendaknya.” paparnya penuh semangat.

Masih menurut beliau, dalam bagian yang lain diriwayatkan Rasulullah menyatakan

“Famaa syaa-a aqaama wamaa syaa-a azaaqa, apa yang dikehendaki tetap lurus oleh Allah maka hati itu akan lurus tapi dari hati kita ini bila dikehendaki melenceng oleh Allah maka ia akan melenceng, Qalbu itu adalah letak dimana pandangan Allah itu jatuh pada diri kita sebagai manusia, Allah swt tidak melihat kepada bentuk kita dan juga tidak melihat kepada tampilan dhahir kita, tidak melihat kepada potongan kita, hanyalah Allah melihat kepada qalbu seorang hamba.” tegasnya.(Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here